DPRD Kotawaringin TimurKotawaringin Timur

Tiga Desa Ini Kekurangan Tenaga Kesehatan

“Yang kita ingin putera dan puteri di wilayah sekitar bisa bekerja menjamin terpenuhinya masalah kesehatan masyarakat, dengan begitu tidak ada kendala lagi petugas malas atau tidak bisa menetap karena dia asli orang sekitar, karena memang masalah jarak juga menjadi soal,” Ujarnya.

LENSAKALTENG.COM – SAMPIT – Wilayah utara Kotawaringin Timur (Kotim) terutama Tiga Desa di Kecamatan Mentaya Hulu saat ini masih kurang tenaga kesehatan seperti perawat yang bertugas di puskesmas ataupun di pustu-pustu.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Fraksi Golkar DPRD Kotim, Nadi Enggon S,pd ketika dibincangi awak media Senin (14/10/2019) tadi pagi.

Dia menjelaskan untuk bidang kesehatan wilayah Utara diakuinya masih perlu dukungan pemerintah agar tenaga medis bisa terpenuhi secara maksimal.

“Yang kita ingin putera dan puteri di wilayah sekitar bisa bekerja menjamin terpenuhinya masalah kesehatan masyarakat, dengan begitu tidak ada kendala lagi petugas malas atau tidak bisa menetap karena dia asli orang sekitar, karena memang masalah jarak juga menjadi soal,” Ujarnya.

Dia juga mengatakan desa yang saat ini perlu tenaga kesehatan yakni Desa Baampah ,Desa tanjung bantur ,Desa Santilik ,Desa Pemantang. Bahkan selama ini menurutnya masyarakat terpaksa harus berobat ke pustu desa tetangga yang jarak tempuhnya lumayan jauh.

“Dalam hal ini Dinas Kesehatan Kotim supaya menempatkan minimal satu orang pegawai di pustu tersebut sebab untuk fasilitas juga tampaknya sudah cukup, hanya petugasnya saja yang tidak ada, maka perlu ditahun ini bisa di perhatikan,harapan masyarakat wilayah utara kotim supaya menempatkan tenaga perawat yang memang dari warga setempat supaya nantinya tidak lari dari tugas dan tanggung jawab,” Ungkapnya.

Dian juga meminta agar pemerintah daerah memprioritaskan tenaga lokal di desa-desa tersebut terutama yang lulusan perawat, agar kedepannya pihak desa juga bisa lebih leluasa memantau kinerjanya.

“Ya karena tidak direkrut lalu mereka menunggu saja sampai ada perekrutan jadi nantinya saya sarankan dalam perekrutan supaya prioritaskan warga sekitar atau asli kampung yang memang tamatan perawat,”Tutupnya.(So)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: