DPRD Kotawaringin TimurKotawaringin Timur

Akibat Pandemi, Ekonomi Sektor Perikanan Merosot

"Kami terus berusaha mencari solusi agar para petani budi daya ikan yang kesulitan dalam memasarkan ikan. Salah satu cara yang dilakukan adalah membantu mereka dengan cara membeli hasil ikan tersebut dan turut serta memasarkannya kepada penjual ikan di pasar,” kata Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kotim, Heriyanto, Jumat (15/5/2020).

lensakalteng.com- SAMPIT – Penyebaran virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tak hanya berdampak pada sector kesehatan. Tapi sejumlah sektor juga mengalami dampaknya. Tidak terkecuali sektor perikanan yang mengalami penurunan. Terutama para petani budi daya ikan.

Hal ini harus mendapat perhatian pemerintah agar para petani budi daya ikan tersebut dapat melanjutkan kehidupannya di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

“Kami terus berusaha mencari solusi agar para petani budi daya ikan yang kesulitan dalam memasarkan ikan. Salah satu cara yang dilakukan adalah membantu mereka dengan cara membeli hasil ikan tersebut dan turut serta memasarkannya kepada penjual ikan di pasar,” kata Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kotim, Heriyanto, Jumat (15/5/2020).

Dijelaskannya, beberapa hari lalu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI melalui Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Palangka Raya, bekerjasama dengan Dinas Perikanan Kotim membagikan 2.000 kilogram ikan segar kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Ikan segar yang dibagikan tersebut merupakan hasil panen para petani budi daya ikan yang ada di Kotim, sehingga mereka jadi terbantu dalam melakukan penjualan,” ungkapnya.

Ia juga meminta kepada para pembudi daya ikan, untuk tetap menebar benih ikan. Hal ini dilakukan untuk pemenuhan ikan di Kotim nantinya. Walaupun dengan kondisi saat ini yang sangat berpengaruh terhadap sektor perikanan.

“Memang kondisi saat ini sangat berpengaruh sekali. Tetapi tidak terjadi kepada petani budi daya ikan saja, melainkan para nelayan yang ada di Kabupaten Kotim ini. Dengan kondisi serba sulit dan memprihatinkan ini, kami juga akan mengusulkan, baik petani budi daya ikan maupun nelayan, agar bisa mendapatkan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, baik itu benih atau yang lainnya,” katanya. (drm)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: