DPRD Kota Palangka RayaPalangka Raya

Berikut Tiga Poin Percepatan Penanganan Covid-19 di Palangka Raya

"Nah dalam penerapannya PSKH ini akan lebih mendetail sebab setiap kelurahan sampai RT/RW yang akan memantau nantinya segala kegiatan masyarakat,"jelas Fairid.

FOTO : Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin.

lensakalteng.com – PALANGKA RAYA – Setelah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dinyatakan selesai, Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya kembali melakukan pembahasan tentang apa saja yang akan lakukan untuk percepatan penanganan Covid-19 yang masih terjadi di wilayah setempat.

Di dalam pembahasan yang dilakukan bersama dengan tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Palangka Raya, pada Selasa (26/5/2820) sore itu, dihasilkan tiga hal yang menjadi fokus prioritas dalam penanganan penyebaran Covid-19 di Kota Palangka Raya.

Tiga hal tersebut yaitu fokus terhadap penanganan pencegahan, protokol kesehatan, dan memperkuat ekonomi lokal.

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin yang memimpin langsung rapat itu mengatakan, peraturan Walikota (Perwali) tentang hal itu akan disusun, dimana meskipun secara garis besar PSBB di kota setempat telah selesai, nun bukan berarti tidak memperketat pengawasan akan tetapi justru lebih diperkuat dengan kembali diterapkannya Pembatasan Skala kelurahan Humanis (PSKH).

“Nah dalam penerapannya PSKH ini akan lebih mendetail sebab setiap kelurahan sampai RT/RW yang akan memantau nantinya segala kegiatan masyarakat,”jelas Fairid.

Nantinya sambung dia, penerapannya akan diatur sedemikian rupa seperti Permenkes nomor 7 tahun 2020 yang baru yaitu penerapan kehidupan new normal. Akan tetapi segala sesuatunya akan disusun terlebih dahulu kemudian baru akan diterapkan.

“Nanti apa saja prosedur-prosedur yang akan dijalankan dalam penerapan new normal itu kita susun dulu dalam dua atau tiga hari ke depan agar lebih mendetail,” ujarnya

Pada intinya, lanjut Fairid apa yang telah dilakukan oleh Pemko Palangka Raya seperti mengeluarkan peraturan dan imbauan semuanya demi menjaga masyarakat dari terpaparnya Covid-19 dan seharusnya masyarakat bisa bekerjasama dalam hal itu.

“Kita tidak mengekang dan membatasi semua aktivitas, namun perhatikan protokol kesehatan dan imbauan serta peraturan yang telah dikeluarkan ini semua demi kebaikan bersama, sampai wabah ini selesai,” pungkasnya. (YD)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: