DPRD Kota Palangka RayaHeadlinePalangka Raya

Harga Ayam di Palangka Raya Naik Tajam

"Kenaikan harga yang cukup signifikan terjadi pada komoditas daging ayam, dimana saat ini harga dipasaran sudah dijual sebesar Rp40 ribu per kilogram," ungkap Ketua Pasar Besar Palangka Raya, H. Hamidan.

lensakalteng.com – PALANGKA RAYA – Sampai dengan satu hari menjelang hari raya Idul Fitri 1441 H, harga bahan-bahan pokok di Kota Palangka Raya terpantau naik. Terlebih pada komoditas daging ayam potong yang harganya sejak seminggu terus meroket.

Adapun meroketnya harga daging ayam potong tersebut, selain tingginya permintaan kebutuhan ayam menjelang pelaksanaan hari raya Idul Fitri, disisi lain momen pencairan Tunjangan Hari Raya (THR), juga dinilai mempengaruhi terjadinya perubahan harga.

“Kenaikan harga yang cukup signifikan terjadi pada komoditas daging ayam, dimana saat ini harga dipasaran sudah dijual sebesar Rp40 ribu per kilogram,” ungkap Ketua Pasar Besar Palangka Raya, H. Hamidan.

Padahal lanjut dia, sejal awal-awal pandemi Covid-19 terjadi di Kota Palangka Raya, harga daging ayam potong sempat mengalami penurunan signifikan, yakni berkisar Rp 25 ribu per kilogram.

“Kalau saat ini pasokan ayam potong sangat terbatas. Bahkan sejak seminggu terakhir menjelang idul Fitri sudah terlihat mulai berkurang,” bebernya.

Berkurang pasokan ayam potong ujar Hamidan, bisa jadi dipengaruhi oleh penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam pencegahan pandemi virus korona.

Disisi lain, pasokan ayam yang dijual tidak mampu mengimbangi tingginya permintaan.

“Karena tingginya permintaan, maka Alhasil harga daging ayam potong mengalami kenaikan signifikan,” tukasnya.

Dalam bagian lain Hamidan menyebutkan, selain ayam potong yang harganya meroket, disisi lain terdapat komoditas sembilan bahan pokok yang mengalami lonjakan harga. Antara lain daging sapi hingga bawang putih. (YD)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: