DPRD Kotawaringin TimurKotawaringin Timur

Pemkab Kotim Harus Inovatif Pulihkan Ekonomi

"Bupati juga harus realistis melihat kondisi perekonomian daerah yang babak belur disebabkan pengaruh covid-19. Saat ini tidak tidak sedikit masyarakat kita yang terkena PHK akibat perusahaan yang tidak lagi sanggup menanggung gaji karyawannya, berapa banyak rumah makan, cafe, travel agent, pariwisata dan usaha lain masyarakat kita yang akhirnya gulung tikar akibat covid19," ungkap Anggota Komisi III DPRD Kotim, Riskon Fabiansyah, Jumat (29/5/2020).

lensakalteng.com – SAMPIT – Dampak pandemi Covid-19 membuat ekonomi beberapa daerah, termasuk Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) babar belur. Pemkab Kotim pun diminta agar lebih inovatif untuk memulihkan ekonomi masyarakat dan daerah yang kian anjlok saat ini.

“Bupati juga harus realistis melihat kondisi perekonomian daerah yang babak belur disebabkan pengaruh covid-19. Saat ini tidak tidak sedikit masyarakat kita yang terkena PHK akibat perusahaan yang tidak lagi sanggup menanggung gaji karyawannya, berapa banyak rumah makan, cafe, travel agent, pariwisata dan usaha lain masyarakat kita yang akhirnya gulung tikar akibat covid19,” ungkap Anggota Komisi III DPRD Kotim, Riskon Fabiansyah, Jumat (29/5/2020).

Disebutkan Politisi Partai Golkar tersebut, langkah inovatif perlu dakukan agar perekonomian masyarakat bisa berputar kembali. Salah satunya, dengan cara sosialiasi penggunaan masker dan sarung tangan, serta membolehkan kembali masyarakat membuka usahanya kembali yang sudah tutup beberapa bulan ini.

“Agar denyut perekonomian masyarakat bisa kembali normal, tetapi jangan juga melupakan SOP tentang physical distancing. Karena spirit kebijakan NEW NORMAL yang mengharuskan kita ke depan, untuk tetap beraktifitas atau bekerja berdampingan dengan covid-19,” imbuhnya.

Ia menilai, akibat kondisi ekonomi anjlok saat ini, salah satu melatarbelakangi pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan NEW NORMAL. Karena negara dianggap tak mampu bertahan lebih lama melihat dampak ekonomi yang merosot tajam.

“Untuk di Kotim sendiri, saya perkirakan kondisi ekonomi masyarakat kita tak akan mampu bertahan lebih dari tiga bulan lagi. Artinya, bila lebih dari tiga bulan, maka akan ada dampak sosial yang signifikan. Oleh karena itu, bupati harus secepatnya mengambil langkah-langkah inovatif agar roda perekonomian masyarakat bisa berputar kembali,” demikin pria yang akrab disapa Eko tersebut. (drm)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: