PSBB Palangka Raya Ditetapkan Mulai 11 Mei 2020

PSBB Palangka Raya Ditetapkan Mulai 11 Mei 2020

lensakalteng.com - PALANGKA RAYA - Akhirnya Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya melalui Tim Gugus Tugas Covid-19 kota setempat memutuskan bahwa Seni

Keberadaan Polsek Jekan Raya Diapresiasi DPRD Palangka Raya
Ini Pesan Fairid Naparin untuk Mencegah Covid-19
Dewan Minta Pasang PJU dan Rambu Lalu Lintas di Jalan Tjilik Riwut

lensakalteng.com – PALANGKA RAYA – Akhirnya Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya melalui Tim Gugus Tugas Covid-19 kota setempat memutuskan bahwa Senin 11 Mei 2020 mulai diterapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Penerapan PSBB tersebut sejalan dengan surat keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/Menkes/294/2020 yang menetapkan PSBB dalam percepatan penanganan pandemi Covid-19 di Kota Palangka Raya.

“Setelah berkomunikasi dengan Wali Kota Oalangka Raya Fairid Naparin serta gugus tugas Covid-19, maka PSBB di Kota Palangka Raya secara resmi dilaksanaka pada hari Senin 11 Mei 2020,” ungkap Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit K. Yunianto.

Usai memimpin rapat persiapan pelaksanaan PSBB, Jumat (8/5/2820) malam, di Aula Palampang Tarung, Sigit menjelaskan, sebelum oelaksanaan PSBB tersebut, maka mulai hari 9-10 Mei (Sabtu dan Minggu) akan dilaksanakan sosialisasi PSBB secara massif kepada masyarakat dengan dasar Peraturan Walikota (Perwali)

“PSBB dilaksanakan selama 14 hari terhitung sejak diberlakukan.Setelah 14, maka akan dilakukan kembali evaluasi terhadap pelaksanaan PSBB untuk melihat dimana kekurangan dan keberhasilan,” jelasnya kepada awak media.

Perlu diingat tambah dia, PSBB ini tidak akan mematikan pertumbuhan ekonomi.Seperti aktivitas perdagangan tetap berjalan. Hanya saja ada pembatasan dan aturan.

Ditempat yang sama Wakil Wali Kota Palangka Raya, Hj. Umi Mastikah mengungkapkan, dalam rapat tersebut telah dikoordinasikan dan dirumuskan serta dikaji semua regulasi.yang berkenaan dengan pengaturan ekonomi, perdagangan, pendidikan, pengaturan transportasi di dalam kota maupun keluar kota, ibadah dan aktivitas pelayanan.

“Intinya PSBB di jalankan untuk memutus mata rantai Covid-19, namun tidak mematikan sumber penghidupan masyarakat.Hanya saja sekali lagi ada batasan sesuai protokol kesehatan Covid-19,” tandasnya. (YD)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d blogger menyukai ini: