DPRD Kotawaringin TimurKotawaringin Timur

Fraksi Gerindra dan Demokrat Secara Gamblang Tolak Bentuk Pansus Covid

"Sedangkan hasil reses kita belum disikapi oleh pemerintah daerah, komisi-komisi kita juga belum bekerja. Jadi kami belum sepakat untuk dibentuknya pansus," tegas Ary.

lensakalteng.com – SAMPIT – Wacana pembentukan pansus Covid DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) oleh tiga fraksi di DPRD Kotim, langsung mendapat respon dari fraksi lainnya. Adalah, Fraksi Gerindra dan Demokrat.

Kedua fraksi ini menolak sepenuhnya wacana pembentukan pansus yang digagas oleh Fraksi Partai Golkar, PKB dan PAN tersebut.

Juru bicara Fraksi Gerindra, Ary Dewar menegaskan, pembentukan pansusnya dinilainya sangat terburu-buru, mengingat pihak DPRD baru saja melaksanakan reses ke dapil masing-masing.

“Sedangkan hasil reses kita belum disikapi oleh pemerintah daerah, komisi-komisi kita juga belum bekerja. Jadi kami belum sepakat untuk dibentuknya pansus,” tegas Ary.

Bahkan, secara kepartaian, Ary juga menyatakan telah melarang seluruh anggota fraksinya untuk terlibat dalam keanggotaan pansus.

“Anggaran untuk makan minum saat rapat begini saja kita tidak ada. Apalagi untuk pansus. Biarkanlah komisi kita bekerja dulu,” imbuhnya.

Sementara itu, juru bicara Fraksi Partai Demokrat, Parimus mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum setuju adanya pansus, yang dinilainya sangat terburu-buru.

“Kita tidak hanya sekadar ramai-ramai ingun bentuk pansus, banyak yang harus dipertimbangkan, salah satunya masalah anggaran. Kalau kita melaksanakan pansus tanpa anggaran, berarti tidak sah,” ungkapnya.

Parimus pun menyarankan, agar segala mekanisme harus dipersiapkan dengan matang, sehingga kerja pansus bisa lebih permanen dan biar tidak cacat hukum.

“Sampai saat ini saya tidak setuju adanya pansus. Karena fungsi pengawasan sudah melekat di kita DPRD, sehingga parut kita gunakan, misalnya RDP memanggil mitra kerja kita dan hasilnya diusulkan untuk ditingkatkan. Sementata reses sudah berjalan, tapi kita belum sekali pun memanggil pihak eksekutif,” demikian Parimus. (drm)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: