Barito SelatanDPRD Barito SelatanHeadline

Pelantikan PPS Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

"Poinnya dalam surat itu, kami diminta untuk melakukan pengaktifan kembali terhadap penyelenggaraan Pilkada," jelasnya.

Dilantik : Sebanyak 81 orang PPS se Dusun Selatan, dilantik KPUD Barsel, Senin (15/6/2020).

lensakalteng.com – BUNTOK – Tetap menjalankan protokol kesehatan, yakni menjaga jarak dan menggunakan masker, sebanyak 81 orang petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 24 desa dan tiga kelurahan se Kecamatan Dusun Selatan, dilantik oleh KPUD Kabupaten Barito Selatan, Senin (15/6/2020).

Kalimantan Tengah (Kalteng) termasuk salah satu daerah yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah (Pilkada), Gubernur dan Wakil Gubernur di tengah pandemi Covid-19. Berdasarkan keputusan KPU nomor 5 tahun 2020 pelaksanaan Pilkada akan diselenggarakan pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang.

Ketua KPU Barsel, Bahruddin menjelaskan bahwa pelantikan PPS kecamatan Dusun Selatan (Dusel) di tiga lokasi, yaitu Aula KPU, Aula Makopolres lama jalan tugu nomor 14 dan Aula kecamatan Dusel tersebut, dilakukan setelah dikeluarkan nya peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2020 yang mengatur tentang tahapan penyelenggaraan Pilkada dan surat edaran KPU RI Nomor 441 serta diteruskan oleh Kalteng sebagai penyelenggara pilkada gubernur dan wakil gubernur dengan surat nomor 092.

“Poinnya dalam surat itu, kami diminta untuk melakukan pengaktifan kembali terhadap penyelenggaraan Pilkada,” jelasnya.

“Kami sampaikan dalam kegiatan hari ini, bahwa dalam situasi new normal, KPU Barsel dan seluruh penyelenggara Adhoc baik ditingkat PPK kecamatan maupun PPS di tingkat desa dan kelurahan, siap untuk menyelenggarakan Pilkada gubernur dan wakil gubernur Kalteng 2020 ini,” tegasnya menambahkan.

Lanjut Baharuddin, sebelum dinonaktifkan karena adanya pandemi Sars Cov 2, KPU Barsel sebenarnya telah melaksanakan pelantikan untuk empat kecamatan.

“Di Barsel kita sudah melantik PPS di empat kecamatan, yakni kecamatan Jenamas, Dusun Hilir, Karau Kuala dan Gunung Bintang Awai,” rincinya.

Meskipun berpotensi terjadi masalah kesehatan bagi penyelenggara pilkada, dirinya yakin bahwa dengan kerjasama yang baik antar semua pihak utamanya Gugus tugas di Barsel, potensi tersebut bisa diminimalisir.

Sebab, komunikasi dan koordinasi lintas sektor, adalah kunci penting terwujudnya pilkada langsung yang aman dan sesuai harapan.

“Kami ingin memberikan sosialisasi bahwa kita bersama dalam kegiatan ini, tidak masalah yang penting kita taat dan patuh pada protokol kesehatan yang ada. Itu yang paling kami utamakan dan sebab itu kami wajibkan kepada teman-teman semua dalam memimpin kegiatan, untuk menggunakan masker, cuci tangan sebelum masuk dan sesudah masuk ruangan, jaga jarak aman, dan hal lainya yang sesuai standar protokol kesehatan,” yakin Baharuddin. (HR/petu)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: