DPRD Gunung MasGunung MasHeadline

Lantaran Pandemi, PAD Tempat Wisata di Gumas Ini Anjlok

“PAD tahun 2020 di air terjun Batu Mahasur ditetapkan sebesar Rp 50 juta per tahun, namun karena Covid-19 tempat wisata tersebut terpaksa tutup sementara sejak bulan Maret lalu. Hal ini tentu berpengaruh terhadap realisasi PAD,” bebernya saat disambangi wartawan di kantornya, Jumat (3/7/2020).

lensakalteng.com – KUALA KURUN – Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Gunung Mas, Donie mengatakan bahwa selama pandemi Covid-19 destinasi wisata di daerahnya terpaksa tutup sementara. Kondisi itu berimbas pada menurunnya pendapatan asli daerah (PAD) yang dibebankan sebelumnya.

“PAD tahun 2020 di air terjun Batu Mahasur ditetapkan sebesar Rp 50 juta per tahun, namun karena Covid-19 tempat wisata tersebut terpaksa tutup sementara sejak bulan Maret lalu. Hal ini tentu berpengaruh terhadap realisasi PAD,” bebernya saat disambangi wartawan di kantornya, Jumat (3/7/2020).

Berdasarkan data realisasi PAD bulan Januari dan Februari tahun 2020, pihaknya baru mengumpulkan pendapatan sebesar Rp 12 juta lebih. Kondisi sulit pandemi seperti ini nyatanya disadari oleh pemerintah, sehingga target PAD air terjun Batu Mahasur diberikan dispensasi atau diturunkan menjadi Rp 35 juta per tahun.

“Tidak ada yang tahu kapan pandemi ini berakhir, sehingga kami pun tidak berani membuka kembali tempat wisata tersebut. Situasi seperti ini tentu berimbas besar terhadap target PAD nantinya,” ujar Donie.

Kendati tempat wisata favorit warga Gunung Mas itu tutup selama tiga bulan terakhir, namun aktivitas pemeliharaan berbagai fasilitas dan kebersihan di air terjun Batu Mahasur tetap dilakukan oleh petugas setiap hari. Pun halnya dengan para juru pelihara di sejumlah situs budaya lainnya tetap bertugas seperti biasa.

“Sebenarnya potensi wisata air terjun Batu Mahasur sangat bagus, terutama untuk mendongkrak pendapatan daerah. Kita juga mempunyai Betang Toyoi, Betang Tumbang Anoi dan Betang Tumbang Korik yang ditetapkan sebagai situs budaya,” katanya.

Guna mendukung salah satu program andalan Bupati dan Wakil Bupati Gunung Mas terkait Smart Tourism, maka pihaknya telah merancang beberapa agenda ke depan.

“Kami akan membuat program pembinaan kelompok sadar wisata di berbagai tempat. Program itu mulai dirancang yang tujuannya untuk memberdayakan kelompok masyarakat tersebut agar lebih berkompetensi terkait kepariwisataan,” pungkasnya. (agg/hms)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: