Kapuas

Usai PSBB Tahap II, Kapuas Masuk Masa Transisi Tatanan Kehidupan Baru

MENJELASKAN: Ketua Gugas Covid-19 Kabupaten Kapuas, Panahatan Sinaga saat menyampaikan grafik angka kasus ODP, PDP dan kasus yang terkonfirmasi Covid-19, sebelum dan selama PSBB.

LENSAKALTENG.com – KUALA KAPUAS – Setelah dibelakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap kedua berakhir pada 1 Juli 2020 lalu, kini diberlakukan masa transisi tatanan kehidupan baru sejak 2 Juli 2020 hingga 17 Juli 2020 di Kabupaten Kapuas.

Hal ini berdasarkan hasil rapat lintas sektoral 17 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kapuas di Kantor BPBD Kabupaten Kapuas, Jumat (3/7/2020).

Saat ini, Peraturan Bupati (Perbup) masa transisi yang mengarah pada tatanan baru ini masih digodok oleh 13 OPD. Sehingga dalam waktu dekat sudah menjadi Perbup Kabupaten Kapuas.

“Masa transisi mengarah pada tatanan baru, kita lagi godok Perbup. Tujuannya ke new normal. Masa ini kita perkuat edukasi penyuluhan kepada masyarakat,”kata Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat melalui Ketua Harian Gugus Tugas (Gugas) Percepatan Penanganan Covid-19, Panahatan Sinaga, Jumat siang.

Lebih lanjut dijelaskan, telah disepakati Perbup pascaPSBB ini mengatur beberapa hal. Mulai dari jam operasional pasar, protokol kesehatan, peribadatan dan beberapa serta lainnya.

“Kami sepakat tim perumus Perbup oleh 13 OPD, langkah saat ini kita tetap melaksanakan Pos simpul di perbatasan dengan kekuatan penuh tim. Tetapi kita tidak lagi meminta BKO ke sini, kita memanfaatkan multi sektor,”jelas Panahatan Sinaga.

Pemberlakukan masa transisi ini, katanya, diberlakukan sejak 2 Juli 2020 sampai 17 Juli 2020. Beberapa Pos tetap diaktifkan seperti Pos perbatasan, di tempat karantina, dan beberapa pos dalam kota.

Ketua Harian Gugas Panahatan Sinaga juga menegaskan, bahwa PSBB yang telah dilaksanakan tidak gagal. Berdasarkan presentase angka Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien dalam pengawasan (PDP) dan kasus yang terkonfirmasi menunjukan grafik yang cenderung menurun dari sebelum diberlakukan PSBB tahap pertama.

“PSBB tidak gagal, sebelumnya PSBB sudah berakhir dan sudah ada petunjuk Pak Bupati selanjutnya. PSBB tahap I dan II kita cukup berhasil. Kalau angka yang naik itu memang hasil tangkapan swab sebelum PSBB yang baru diketahui hasilnya saat PSBB,”jelas Panahatan Sinaga yang juga Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas ini.(ONO)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: