Uncategorized

BPAN LAI Kalteng Soroti Lambannya Pembangunan Gedung Jamkrido

Diduga Kontraktor dan Konsultan Pengawas 'Main Mata' Terkait Pembangunan Gedung Jamkrindo.

FOTO : Hingga Senin (24/8/2020), progres pembangunan gedung kantor Jamkrido di Jalan Yos Sudarso Kota Palangka Raya belum juga rampung. Padahal tenggat waktu penyelesaian proyek tinggal menyisakan lima hari kerja.

LENSAKALTENG.COM – Palangka Raya – Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) Lembaga Aliansi Indonesia Kalimantan Tengah menyoroti lambannya pekerjaan pembangunan gedung kantor Jamkrindo yang berlokasi di Jalan Yos sudarso Kota Palangka Raya.

Ketua DPD BPAN Lembaga Aliansi Indonesia Kalteng, Dedi Heryadi menuturkan bahwa proyek senilai Rp 6.950.000.000 tersebut dikerjakan oleh PT. Rajawali Sakti Kalbar dengan nomor kontrak : 68/SPK/UMU/XII/2019. Adapun waktu pelaksanaan selama 180 hari.

“Pengawasan proyek tersebut dipercayakan kepada CV. Enggang Pratama Consulindo. Pembangunan kantor Jamkrido tersebut terdiri dari gedung dua lantai, ruang arsip, ruang musala, ruang petugas keamanan, ruang anjungan tunai mandiri (ATM), ruang generator set, lanskep dan sarana luar,” sebutnya, Rabu (26/8/2020).

Ketika mendatangi langsung lokasi proyek pembangunan tersebut pada Senin 24 Agustus 2020 pagi, dirinya tidak menemui seorang pun pengawas dari PT. Rajawali Sakti Kalbar maupun CV. Enggang Pratama Consulindo. Hal ini sontak memunculkan dugaan adanya pembiaran terhadap proyek itu.

“CV. Enggang Pratama Consulindo dalam pengawasan pekerjaan proyek PT. Rajawali Sakti Kalbar ini sangat lemah,” cetusnya.

Tidak hanya itu, para pekerja PT. Rajawali Sakti Kalbar dalam melaksanakan pekerjaan di lapangan tidak sesuai dengan aturan yang ada.

“Anehnya, CV. Engang Pratama Consulindo tidak memberi peringatan kepada PT. Rajawali Sakti Kalbar, baik berupa teguran langsung maupun tertulis,” ujar Dedi.

Di satu sisi, PT. Rajawali Sakti Kalbar selaku pelaksana pembangunan terkesan mengulur waktu perampungan gedung Jamkrido. Bahkan ditemukan fakta di lapangan bahwa pihak kontraktor tidak mengikuti Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang telah diatur pemerintah.

“Parahnya lagi, para pekerjanya pun tidak diberikan fasilitas atau dilengkapi peralatan kerja standar K3,” bebernya.

Hingga Senin (24/8/2020), dirinya memperkirakan progres pekerjaan gedung Jamkrido oleh kontraktor tersebut masih berkisar diangka 75 persen.

“Pekerjaan setelah perpanjangan waktu seharusnya selesai tanggal pada tanggal 29 Agustus 2020. Namun bukti di lapangan sepertinya akan tidak selesai sampai waktu yang telah ditentukan,” cetusnya.

Sebelumnya, pihak DPD BPAN LAI Kalteng telah mencoba mengkonfirmasi terkait persoalan tersebut kepada PT. Rajawali Sakti Kalbar maupun CV. Enggang Pratama Consulindo. Namun upaya konfirmasi melalui pesan singkat, telepon hingga menemui langsung tidak juga membuahkan hasil. Tidak patah arang, pihaknya kemudian mencoba mengkonfirmasi Sigit Julianto selaku pimpinan Perum Jamkrindo Cabang Palangka Raya di kantornya. Namun sayang, beliau dikabarkan sedang tidak berada di tempat. Upaya konfirmasi melalui pesan singkat WhatsAps juga telah dilakukan, namun hingga berita ini diterbitkan belum kunjung ditanggapi. (DDK/agg)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: