HeadlineKalimantan TengahOpiniPalangka Raya

Terkait Petisi, Ribuan Warganet Nantikan Sikap Tegas Disbudpar Kalteng

Pencabutan Gelar Putri Pariwisata 2020 di Tangan Disbudpar Kalteng

FOTO : Thisia Bianty Halijam.

lensakalteng.com – PALANGKA RAYA – Petisi menuntut dicabutnya gelar Putri Pariwisata Kalimantan Tengah Tahun 2020 yang disemat Thisia Bianty Halijam belum kunjung digubris. Padahal keputusan akhir berada di tangan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kalteng. Kini belasan ribu warganet yang mendukung tuntutan tersebut menunggu sikap tegas pemerintah.

Inisiator petisi, Randi Julian Miranda menuturkan bahwa minggu lalu timnya sudah menghubungi langsung Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kalteng, Guntur Talajan. Namun pejabat yang bersangkutan menyatakan bahwa program ini tidak dinaungi oleh Disbudpar Kalteng.

“Alasannya karena Thisia berpartisipasi atas nama pribadi. Beliau juga menegaskan ini adalah masalah pribadi. Padahal dari sudut pandang kami, ini bukan masalah pribadi. Sebab menyangkut perjuangan masyarakat Adat Laman Kinipan di Lamandau yang terkesan menimbulkan keresahan dan kemarahan publik,” ujar Randi melalui press rilisnya kepada wartawan, Rabu (30/9/2020).

Baca Juga : Petisi Cabut Gelar Putri Pariwisata Kalteng Terus Bergulir

Semestinya pihak Disbudpar Kalteng bersikap tegas merespon tuntutan tersebut, agar perkara ini tidak berlarut lama serta membuat kecewa ribuan masyarakat.

Belum lama ini, pihaknya telah mengkonfirmasi permasalahan tersebut kepada pihak El John Pageants selaku perusahaan yang menaungi kontes kecantikan di Indonesia.
Tetapi belum mendapat respon yang memuaskan, sebab Thisia masih menjadi bagian dari kontes pemilihan Putri Pariwisata Indonesia tahun 2020 yang dilakukan secara daring.

“Pada 21 September 2020, Thisia memberikan statement kepada media bahwa pihak El John telah memberikan respon kepadanya. Dimana EL John mengatakan bahwa perihal petisi pencabutan gelar tersebut dikembalikan kepada pihak Disbudpar Kalteng. Dalam unggahan itu, Thisia mengatakan jika Disbudpar Kalteng masih mendukung ia mewakili Provinsi Kalteng,” imbuhnya.

Jika memang benar seperti itu keputusan yang dilontarkan Disbudpar Kalteng kepada Thisia, maka pihaknya menyesalkan sikap pemerintah yang terkesan mengacuhkan suara puluhan ribu masyarakat itu.

“Kami masih menunggu tanggapan dari pihak EL John dan Disbudpar Kalteng selaku pihak berwenang terkait petisi yang kami layangkan kepada Thisia Halijam. Hasil petisi akan disampaikan kepada pihak terkait secara tertulis tanggal 2 Oktober 2020. Kami juga akan menyampaikan hasil petisi ini secara virtual melalui jejaring sosial Instagram dan Facebook,” tegasnya. (agg)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: