Konsep Bottom Up Pengembangan Pangan

Konsep Bottom Up Pengembangan Pangan

Lensakalteng.com, PULANG PISAU – Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian LHK, Bambang Supriyanto mengatakan Bottom up

Sinergi Hadapi Karhutla
Tingkatkan Pembangunan, Dewan Ini Dorong Pemda Terus Tingkatkan SDM
Edy Pratowo Dampingi dua Wamen

Lensakalteng.com, PULANG PISAU – Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian LHK, Bambang Supriyanto mengatakan Bottom up atau pendekatan dari bawah ke atas menjadi konsep dalam pengembangan pangan agroforestri di Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis).

“Program ini bukan Top Down atau pendekatan dari atas ke bawah tetapi bottom up. Apa yang menjadi keinginan masyarakat untuk pengembangan pangan akan direalisasikan sesuai dengan usulannya,” katanya, Jumat (2/10).

Dalam pengembangan pangan agroforestry, Lanjut Bambang, merupakan program untuk petani dimana disela-sela tanaman hutan juga dikembangkan tanaman pertanian.

“Misalkan di bawah sengon ditanami jagung, nanas atau kalau ada airnya atau kanal bisa untuk keramba. Kalau mau kembangkan itik, menggunakan uang dari program tersebut untuk dibelikan bibit itik. Jadi konsepnya agroforestri, silvofeshery, dan silvopastura,” terangnya.

Artinya di antara tanaman hutan ada tanaman pertanian atau kebun, kehutanan dengan perikanan dan kehutanan dengan peternakan. “Sehingga ini konsepnya betul-betul dari bawah,” tambahnya. (Jar/Lensakalteng.com)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d blogger menyukai ini: