Berikut Klarifikasi Bidan Luwuk Kantor yang Ramai Diperbincangkan

Berikut Klarifikasi Bidan Luwuk Kantor yang Ramai Diperbincangkan

lensakalteng.com - KUALA KURUN - Terkait pemberitaan 'Alasan Tak Ada Tempat Tinggal, Bidan Ini Enggan Mengabdi' pada Kamis (12/11/2020) lalu, maka Ana

Persoalan Sampah Harus Cepat Ditangani, DPU Diminta Bekerja Maksimal
Demi Pelayanan Prima, Polres Gumas Gelar Serah Terima Tugas
Bupati Arton dan Istri Coblos di TPS 7

lensakalteng.com – KUALA KURUN – Terkait pemberitaan ‘Alasan Tak Ada Tempat Tinggal, Bidan Ini Enggan Mengabdi’ pada Kamis (12/11/2020) lalu, maka Anatasia Anggraeni selaku bidan bersangkutan mengakui sekaligus mengklarifikasi perihal tersebut.

Anatasya mengklarifikasi menjelaskan bahwa alasan utamanya belum kunjung mengabdi di desa tersebut lantaran ketiadaan tempat tinggal.

“Sebenarnya bisa saja tinggal di Puskesdes yang kebetulan ada tiga ruangan, tetapi satu ruangan ditempati oleh perawat (Laki-laki, Red) dan dua ruang sisanya direncanakan untuk ruang periksa dan ruang tunggu pasien. Jika saya memaksa tinggal di salah satu ruangan itu, maka ruang pelayanan Puskesdes makin sempit dan terkesan kurang pantas,” jelasnya, Senin (16/11/2020).

Atas pertimbangan itu, dirinya sementara mengurungkan terlibat aktif dan mengabdi untuk melayani kesehatan masyarakat Desa Luwuk Kantor.

“Terkait tempat tinggal, saya sudah membicarakan hal itu kepada PJ Kades Luwuk Kantor. Mungkin sementara ini akan dicarikan rumah warga yang bersedia menampung, seraya menunggu asrama desa yang kini sedang proses pengerjaan,” kata Ana.

Baca Juga : https://lensakalteng.com/2020/11/alasan-tak-ada-tempat-tinggal-bidan-ini-enggan-mengabdi/

Sementara itu Pj Kades Luwuk Kantor, Didiansyah menjelaskan bahwa di Puskesdes terdapat tiga ruangan. Satu diantaranya lebih dahulu ditempati seorang perawat laki-laki, sedangkan dua ruangan lainnya difungsikan sebagai ruang periksa dan ruang tunggu.

“Saya rasa kurang pantas jika dua orang berbeda jenis kelamin tinggal di ruangan yang sama di Puskesdes. Serta tidak mungkin juga mengorbankan ruang periksa dan ruang tunggu jadi satu. Kan terkesan kurang etis, apalagi dapurnya aja tidak ada sehingga kurang pas dijadikan tempat tinggal,” ungkap Didiansyah.

Kini Pemerintah Desa Luwuk Kantor sedang membangun asrama yang nantinya dapat difungsikan sebagai tempat tinggal petugas pemerintah yang mengabdi di Desa Luwuk Kantor.

“Tidak lama lagi bangunan asrama atau barak akan jadi, sehingga tidak ada lagi alasan bagi PTT atau ASN yang ditugaskan di Desa Luwuk Kantor tidak memiliki tempat tinggal,” pungkasnya. (agg/hms)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
%d blogger menyukai ini: