DLH Dan DPUPRPKP Kapuas Dukung Pembentukan Ikatan Pemulung Indonesia

DLH Dan DPUPRPKP Kapuas Dukung Pembentukan Ikatan Pemulung Indonesia

FOTO: Penyerahan bantuan untuk pemulung dan petugas persampahan di TPA Handel Palinget, baru-baru ini. LENSAKALTENG.com - KUALA KAPUAS - Para pemul

12 Parcel Sembako Lebaran Dibagikan
PWI Kapuas dan Permata Inn Group Siapkan Fasilitas Cuci Tangan
Peduli Sesama, Anggota DPRD Kapuas Ini Borong Nenas Milik Kakek Dan Nenek

FOTO: Penyerahan bantuan untuk pemulung dan petugas persampahan di TPA Handel Palinget, baru-baru ini.

LENSAKALTENG.com – KUALA KAPUAS – Para pemulung sudah saatnya untuk bergabung dalam sebuah organisasi, yakni Ikatan Pemulung Indonesia (IPI). IPI  diharapkan menjadi sarana penyaluran aspirasi serta mendapat perhatian lebih dari pemerintah.

Rencana ini mendapat respon positif dari Kepala Dinas lingkungan hidup Kabupaten Kapuas Kusmiatie saat acara penyerahan bantuan untuk pemulung dan petugas persampahan di TPA Handel Palinget, Sabtu (7/11/2020).

Kusmiatie juga mengimbau agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Sehingga tidak mencemari lingkungan seperti bau tidak sedap dan timbunan sampah yang terkesan kotor.

Senada juga disampaikan Kepala Dinas PUPRPKP Teras, yang mengatakan perlunya kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dari sumbernya. Sehingga sampah dapat didaur ulang, dengan demikian mengurangi beban atau penumpukan sampah di TPA.

Terkait pembentukan IPI, Kepala DLH dan DPUPRPKP sama-sama menyatakan siap untuk menjadi pembina. Jika nantinya dibentuk di Kabupaten Kapuas. IPI juga diharapkan dapat bersinergi dengan Pemda Kabupaten Kapuas untuk melakukan tata kelola sampah di daerah itu.

Sementara itu menurut Kristanto Suryadhi salah seorang pengusaha di bidang persampahan, IPI nantinya diharapkan segera terbentuk di Kabupaten Kapuas. Organisasi ini untuk menginventarisir jumlah para pemulung baik yang secara aktif (profesi utama) maupun yang melakukan kegiatan ini secara sambilan.

Selain itu, dia menambahkan, bahwa tata kelola sampah saat ini berkembang dengan pola Circular Economy, dimana sampah baik organik maupun non organik harus dapat didaur ulang. Sehingga memberikan nilai ekonomi, juga membantu program pemerintah pusat menuju Zero Waste pada tahun 2025.

“Jumlah orang yang berprofesi sebagai pemulung di Kabupaten Kapuas cukup banyak. Dan sektor ini memang salah satu sektor yang cukup menjanjikan dari segi penghasilan,”katanya.(ONO)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d blogger menyukai ini: