HeadlineLamandau

Melalui Perkebunan Desa, Edi Manto Sukses Tingkatkan Ekonomi Warga Tamiang

Kebun seluas 100 hektare yang diserahkan PT. Pilar Wanapersada sesuai akta perdamaian putusan Pengadilan Negeri Nanga Bulik nomor 1/Pdt/G/LH/2020/PN Ngb dan surat nomor 0217/PWP-LGL-JKT/VI/2020. Lahan itu dikelola langsung oleh masyarakat desa melalui tim pengelola yang dibentuk oleh Pemerintah Desa Tamiang.

FOTO : Bupati Lamandau, H. Hendra Lesmana saat berfoto bersama dengan Tim Pengelola Kebun Desa Tamiang, Kecamatan Bulik.

lensakalteng.com – Lamandau – Bupati Lamandau, H. Hendra Lesmana mengaku bangga atas pencapaian masyarakat Desa Tamiang, Kecamatan Bulik yang sukses kelola kebun kelapa sawit.

Kebun seluas 100 hektare yang diserahkan PT. Pilar Wanapersada sesuai akta perdamaian putusan Pengadilan Negeri Nanga Bulik nomor 1/Pdt/G/LH/2020/PN Ngb dan surat nomor 0217/PWP-LGL-JKT/VI/2020. Lahan itu dikelola langsung oleh masyarakat desa melalui tim pengelola yang dibentuk oleh Pemerintah Desa Tamiang.

Hasilnya sungguh luar biasa. Dalam enam bulan terakhir, tanaman kelapa sawit produktif di lahan yang mereka sebut sebagai kebun desa itu, Pemerintah Desa Tamiang kecipratan pemasukan bersih sebesar Rp 1 miliar lebih.

Bupati Lamandau, H. Hendra Lesmana mengatakan, Desa Tamiang mendapat berkah dari pengelolaan kebun kelapa sawit tersebut. Selain mendapatkan hasil yang sangat baik, kebun tersebut dikelola langsung oleh masyarakat Desa Tamiang. Artinya, kebun itu menjadi pembuka lapangan pekerjaan bagi warga Desa Tamiang.

Sebetulnya ada dua desa lainnya lagi yang mendapatkan kebun kelapa sawit dari PT. Pilar Wanapersada. Perusahaan tersebut harus mengeluarkan sebagian kebun kelapa sawit mereka dari HGU nya setelah terbit SK Kemenhut 529 Tahun 2012. Kedua desa tersebut yakni Suja dan Bakonsu di Kecamatan Lamandau. Namun, pengelolaan kebun oleh kedua desa tersebut belum maksimal.

“Beberapa waktu lalu saya berkunjung ke Desa Suja. Saya ada komunikasi dengan beberapa warganya. Kata mereka pada bulan-bulan awal mereka dibagi hasilnya uang sekitar Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu. Namun, dalam beberapa bulan terakhir ini mereka tidak mendapatkannya,” ujarnya usai lantik BPD dari sejumlah desa di Kecamatan Bulik dan Kecamatan Belantikan Raya di Desa Tamiang pada Selasa (16/2/2021) lalu.

Bupati sengaja menggelar pelantikan BPD gabungan di Desa Tamiang, supaya desa lainnya dapat mengambil nilai positif dari setiap pengelolaan pemerintahan di desa ini demi tercapainya kesejahteraan masyarakat.

“Hadir tidak itu Kades Suja dan Kades Bakonsu. Mudah-mudahan bisa mencontoh Desa Tamiang,” tukas Hendra.

Sementara Ketua Tim Pengelola Kebun Desa Tamiang, Edi Manto mengatakan bahwa pendapatan total hasil kebun desa dalam enam bulan terakhir mencapai Rp 2 miliar. Dalam setiap bulannya, panen yang dihasilkan dari Kebun Desa Tamiang tersebut sekitar 350 ton tandan buah segar (TBS). Bahkan panen bulan terakhir mencapai 371 ton TBS.

“Hasilnya Rp 1 miliar lebih. Rinciannya, 3 bulan pertama sebesar Rp 454 juta dan 3 bulan kedua Rp 612 juta. Keberhasilan desa Tamiang ini mengharumkan nama kita orang Dayak asli. Ternyata orang kita mampu berbuat lebih dibandingkan yang Lain. Banyak jalan dengan cara yang baik untuk mendapatkan hasil yang baik,” sebut Edi Manto yang juga tokoh Dayak setempat.

Pengelolaan kebun tersebut melibatkan masyarakat desa setempat sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Mulai dari warga yang bekerja pada bagian administrasi, perawatan kebun, keamanan kebun, pemuat, mandor dan lain sebagainya.

“Semua ini sangat berarti sekali untuk masyarakat Desa Tamiang, karena hasilnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Kita bisa lihat bahwa perekonomian mereka meningkat dalam enam bulan terakhir ini. Ada yang kredit kendaraan bermotor, ada juga yang menyekolahkan anak-anak mereka ke jenjang yang lebih tinggi dan lain sebagainya,” katanya sembari tersenyum bahagia.

Setidaknya sebanyak 67 orang warga Desa Tamiang yang bekerja mengelola kebun tersebut. Ditambah, 21 warga Desa Tamiang yang menjadi Tim Pengelolaan Kebun Desa itu.

“Semua pekerjanya warga lokal kita, warga Desa Tamiang. Desa Tamiang akan terus tingkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan kebun desa, keberhasilan kami dalam mengelola kebun merupakan kerjasama yang baik antara semua pihak. Saya juga ingin memberikan motivasi kepada masyarakat setiap desa agar dapat berkarya memajukan desa. Sebab perkebunan kelapa sawit merupakan usaha yang masih bertahan ditengah pandemi Covid-19,” pungkasnya dengan bangga. (agg/sas)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: