Jarak, Waktu, Kami dan Kita

FOTO: Iskandar Wiradinata, S.Pd (kiri)   Oleh : Iskandar Wiradinata, S.Pd Pada akhir tahun 2019, seluruh dunia terguncang dengan dat

Selama PTM, Kegiatan Ekstrakulikuler Sekolah Tetap Berjalan
Rumah Dinas Guru Disewakan, Ini Respon Kesal Bupati Halikinnor
Terkait PTM, Ini Respon Wakil Rakyat

FOTO: Iskandar Wiradinata, S.Pd (kiri)

 

Oleh : Iskandar Wiradinata, S.Pd

Pada akhir tahun 2019, seluruh dunia terguncang dengan datangnya pandemi yang begitu tiba-tiba. Semua orang merasa belum siap, baik dari segi ekonomi, kesehatan, termasuk juga pendidikan. Sebagai guru anak berkebutuhan khusus, tentunya saya juga merasakan dampaknya dari segi pendidikan. Setiap anak berkebutuhan khusus tentunya memerlukan perlakuan yang berbeda. Setting kelas yang nyaman dan menyenangkan adalah salah satu faktor penting dalam menunjang pembelajaran. Sehingga pertemuan langsung dengan tatap muka selama proses pembelajaran adalah hal yang sangat penting.

Pertemuan yang terbatas tentunya sangat menghambat perkembangan peserta didik dalam proses belajarnya. Karena selama pandemi, sekolah-sekolah menerapkan kebijakan pembelajaran dengan jarak jauh atau biasa disebut dengan istilah study from home. Selama pembelajaran jarak jauh, tentunya saya masih mengupayakan pembelajaran dengan tatap muka meskipun melalui teknologi ataupun gadget yang tersedia. Pembelajaran jarak jauh biasanya saya laksanakan melalui whatsapp videocall, hal tersebut saya pilih dengan mempertimbang jumlah peserta didik yang hanya beberapa orang. Selain itu whatsapp videocall saya rasa adalah sarana yang lebih mudah untuk diakses oleh orangtua peserta didik dengan terbatasnya pengetahuan terhadap teknologi dan menggunakan gadget.

Meskipun merasa sudah menemukan sarana yang tepat, bukan berarti saya tidak mengalami kendala selama proses pembelajaran jarak jauh. Kendala-kendala yang saya rasa cukup mengganggu tentu saja sering terjadi. Mulai dari kendala jaringan, hingga terbatasnya materi yang bisa disampaikan. Selain itu, dengan pertemuan yang berjarak guru tentunya merasa kesulitan untuk mengkondisikan siswa selama proses pembelajaran.

Pada pertemuan langsung saja, biasanya guru menghadapi berbagai kendala untuk mengkondisikan peserta didik untuk bisa tetap fokus, duduk diam, menyimak, dan terlibat selama proses pembelajaran dengan baik. Sehingga pada saat penerapan pembelajaran jarak jauh, guru mau tidak mau harus menggali kembali model dan strategi pembelajaran yang tepat untuk diterapkan. Selain metode dan model, media pembelajaran yang dipilih tentunya juga sangat berpengaruh. Sehingga pada saat ini, kolaborasi antara guru dan orangtua siswa sangatlah perlu terjalin dengan baik. Agar selama pembelajaran jarak jauh diterapkan, proses pembelajaran tetap bisa berjalan dengan maksimal.(*)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d blogger menyukai ini: