Perhatikan Nasib Kaum Petani dan Nelayan Kotim

Perhatikan Nasib Kaum Petani dan Nelayan Kotim

LENSAKALTENG.com - SAMPIT - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, H. Rudianur meminta pemerintah daerah untuk membantu para petani di wilayah

Pemkab Kotim Harus Pokus Pada APBD Perubahan 2019
Keluarga Harus Mandiri dan Berwirausaha
Tersus Rawan Jadi Tempat Penyeludupan Barang Terlarang

LENSAKALTENG.com – SAMPIT – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, H. Rudianur meminta pemerintah daerah untuk membantu para petani di wilayah selatan yang membutuhkan peralatan pertanian dan perikanan. Hal tersebut dalam rangka menunjang pekerjaan mereka sehingga hasil produksi lebih melimpah dan tangkapan ikan lebih banyak lagi.

“Saat ini para petani dan nelayan di wilayah selatan terus dihadapkan dengan banyaknya persoalan,” ujar Rudianur, Rabu (17/3/2021).

Dirinya menjelaskan, beberapa persoalan atau kendala yang harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah melalui instansi terkait, yaitu peningkatan pemberdayaan dan juga falsilitas penunjang lainnya yang saat ini masih belum maksimal. Untuk itu pemerintah daerah harus bergerak cepat dalam hal memberikan dukungan terhadap para petani dan juga nelayan.

“Bagaimanapun wilayah selatan merupakan ikon perikanan dan juga swasembada pangan yang terus saja mengharapkan dukungan, baik itu pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) hingga Falsilitas penunjang lainnya,” ujar Rudianur.

Politikus Partai Golkar ini juga mengatakan, posisi para petani dan nelayan di Kotim ini dalam masa-masa transisi ataupun menghadapi krisis ekonomi yang merupakan dampak dari adanya bencana Covid-19 saat ini. Maka peran pemerintah daerah dibutuhkan agar para petani dan nelayan tersebut terus berkembang dan tidak menggeluti profesi lainnya lantaran kondisi ekonomi yang dihadapinya.

“Salah-satunya yang harus jadi acuan kita adalah bagaimana agar para petani dan nelayan kita ini bisa bertahan dan terus mengembangkan potensi yang ada di wilayahnya, dan itu bisa terlaksana apabila di lakukan pembinaan dengan baik dan secara maksimal,” ucap Rudinaur.

Ia juga menambahkan, kendala-kendala yang dihadapi para petani dan nelayan di wilayah selatan yaitu salah satunya sulitnya mendapatkan BBM secara khusus, termasuk alat tangkap ikan. Sedangkan kendala petani sendiri yakni berkaitan dengan bahan dasar berkebun yaitu pupuk bersubsidi serta kelengkapan bahan bertani agar lebih memudahkan prosesnya. (sas)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d blogger menyukai ini: