Keseriusan Pulpis Atasi Malaria Dapat Apresiasi dari Kemenkes RI

Keseriusan Pulpis Atasi Malaria Dapat Apresiasi dari Kemenkes RI

  LensaKalteng.com - PULANG PISAU - Menjadi suatu kebanggaan tersendiri, khususnya bagi Kabupaten Pulang Pisau dalam upaya mengatasi malaria.

Pandemi Covid-19, Serapan Anggaran 2020 Rendah
Pemkab Pulpis Keluarkan Surat Edaran Pelonggaran Aktivitas Ibadah
Dewan Pulang Pisau Ini Dorong Satpol PP Tingkatkan Partoril

 

LensaKalteng.com – PULANG PISAU – Menjadi suatu kebanggaan tersendiri, khususnya bagi Kabupaten Pulang Pisau dalam upaya mengatasi malaria. Pasalnya, keseriusan pemerintah setempat tampaknya mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Pusat, melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) dengan memberikan sertifikat eliminasi malaria.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pulpis dr. Muliyanto Budihardjo melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Pulpis dr. Pande Putu Gina mengatakan bahwa Kabupaten Pulpis dinyatakan bebas malaria setelah 3 syarat terpenuhi.

Yakni, Jumlah kasus harus di bawah 1-1.000 penduduk, dan posisi Kabupaten Pulpis 0,07 atau ditemukan sekitar 7-20 kasus dalam beberapa tahun terakhir.

“Untuk penilaian itu minimal 3 tahun berturut-turut. Kita dinilai dari tahun 2017, 2018 dan 2019, dan kasusnya harus di bawah 1-1000 penduduk,” terang dr. Pande Putu, Senin (9/4/2021).

Lebih dalam, Dirinya juga menuturkan untuk syarat kedua, jumlah yang dinyatakan positif atau jumlah yang diperiksa harus kurang dari 5 persen, sedangkan di Kabupaten Pulpis sekitar 3 persen. Syarat ketiga, tidak ada penularan lokal atau penularan malaria di daerah tersebut.

“Sekarang ini di Kabupaten Pulpis semua kasus malaria adalah kasus impor, atau rata-rata mereka yang kena adalah masyarakat kita yang bekerja baik pekerja perkebunan atau penambang. Mereka yang kena itu di daerah berisiko malaria,” imbuhnya.

Untuk itu, kata Pande, Pemkab Pulpis sangat bersyukur telah dinyatakan bebas malaria dan dari Kemenkes RI akan memberikan sertifikat pada tanggal 27 April 2021.

“Sertifikat itu sebenarnya akan diserahkan pada 25 April 2021 bertepatan dengan Hari Malaria Sedunia, dan dari hasil komunikasi kami dengan Dinkes Provinsi dan Kemenkes setelah sidang Tim Malaria Kemenkes, kita akan menerima sertifikat itu tanggal 27 April 2021,” bebernya.

Lanjut Pande, untuk itu Bupati Pulpis dan Kepala Dinkes Pulpis telah diundang menerima secara langsung sertifikat tersebut.(so)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d blogger menyukai ini: