Janji Perbaikan Jalan Lingkar Selatan Sampit Dipertanyakan

Janji Perbaikan Jalan Lingkar Selatan Sampit Dipertanyakan

LENSAKALTENG.COM - SAMPIT - Belum lama dilakukan perbaikan, Jalan Mohammad Hatta atau lingkar selatan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ke

Terkait Pembangunan Kantor Dinsos, Ini Harapan Wakil Rakyat
Berharap Raperda Ketahanan Pangan Segera Rampung Dibahas
Pemerintah Juga Harus Pikirkan Dampak Pascakorona

LENSAKALTENG.COM – SAMPIT – Belum lama dilakukan perbaikan, Jalan Mohammad Hatta atau lingkar selatan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali rusak. Jalan tersebut merupakan jalan yang dikhususkan untuk angkutan berat dari Bundaran Balanga Jalan Sudirman menuju Bundaran KB Jalan HM Arsyad menuju Pelabuhan Bagendang ataupun sebaliknya.

Sebelumnya, karena ruas jalan tersebut rusak, angkutan berat beralih melintasi jalan dalam kota yang memicu kerusakan jalan, maka perbaikan darurat hingga fungsional dilakukan konsorsium dengan sejumlah perusahaan yang berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Perhubungan. Saat ini jalan tersebut kembali rusak lagi.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kotim H.Rudianur mengatakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang saat menerima kunjungan Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur, menginformasikan bahwa sudah dialokasikan anggaran sebesar Rp 10 miliar untuk memperbaiki ruas jalan lingkar selatan.

“Kami menagih janji Pemerintah Provinsi Kalteng untuk memperbaiki ruas jalan lingkar selatan itu, karena mereka menyampaikan telah mengalokasikan anggaran Rp10 miliar untuk perbaikan jalan tersebut, tetapi terakhir informasi yang kami dapatkan bahwa anggaran tersebut sudah tidak ada. Makanya kami pertanyakan siapa yang harus bertanggung jawab terhadap ruas jalan ini apakah pihak Provinsi atau Kabupaten,” ujar Rudianur.

 Dirinya mengatakan saat ini kondisi ini sangat memprihatinkan karena ruas jalan tersebut kembali rusak, dan banyak kubangan, apabila terjadi hujan lebat khawatir jalan tersebut akan putus. Ia bersama Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Kotim Nadie Enggon dan anggota Komisi IV Bima Santoso pun kembali meninjau kondisi ruas jalan lingkar selatan itu.

“Kami melihat jalan yang baru saja ditimbun dengan agreget terlihat kembali rusak parah,” ucapnya.

Dia menjelaskan kubangan cukup dalam terdapat di sejumlah titik sehingga sangat mengganggu kendaraan seperti truk-truk besar saat melintas di lokasi tersebut. kondisinya juga diperparah karena ada titik yang memang belum diperbaiki oleh konsorsium. Kabarnya, hal itu lantaran ada perusahaan besar swasta yang belum merealisasikan bantuan yang dijanjikan.

“Padahal mereka sudah menandatangani nota kesepakatan dengan pemerintah kabupaten,” terang Rudianur.

Sementara Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Kotim Nadie Enggon membenarkan akan adanya anggaran sebesar Rp10 miliar untuk memperbaiki ruas jalan lingkar selatan, yang dijanjikan oleh pihak pemerintah provinsi, saat dirinya ikut berkunjung beberapa waktu lalu. Pihaknya berharap pemerintah provinsi menepati janji memperbaiki ruas jalan lingkar selatan karena sangat penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kami berharap pemerintah provinsi dapat merealisasikan janji tersebut karena ini untuk kepentingan masyarakat. Kalau jalan ini rusak parah dan tidak bisa dilewati, nanti menjadi alasan truk-truk angkutan kembali masuk melintasi jalan dalam kota dan akhirnya jalan dalam kota rusak parah,” tutupnya. (sas)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d blogger menyukai ini: