Pertimbangkan Zonasi Tertentu untuk Gelar Salat Idulfitri

Pertimbangkan Zonasi Tertentu untuk Gelar Salat Idulfitri

LENSAKALTENG.COM - SAMPIT - Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, H. Sanidin meminta pemerintah daerah untuk gencar melakukan sosialis

Sejumlah Anggota Legislatif Kotim Sambangi Rumah Sakit
Sempat Tantang Warga Untuk RDP PT BSP Malah Surati DPRD Kotim Tidak Bisa Hadir
Perusahaan Harus Jalin Hubungan Baik Dengan Masyarakat

LENSAKALTENG.COM – SAMPIT – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, H. Sanidin meminta pemerintah daerah untuk gencar melakukan sosialisasi tata cara pelaksanaan salat Idulfitri 1442 H. Sosialisasi itu penting agar masyarakat dapat melaksanakan salat Idulfitri sesuai dengan protokol kesehatan (prokes) di masa pandemi Covid-19 saat ini.

“Kami minta pemerintah daerah melakukan sosialisasi tata cara pelaksanaan Idulfitri, dan mempertimbangkan zonasi risiko penularan Covid-19,” ujar H. Sanidin, Senin (10/5/2021).

Dia menambahkan, untuk zona dengan risiko penularan rendah, pemerintah diminta memformulasikan berbagai panduan menjalankan salat Idul Fitri, baik di masjid, maupun di lapangan terbuka agar berlangsung nyaman dan penuh khidmat. Menurut Sanidin, pelaksanaan Salat Idulfitri  dapat dilaksanakan di masjid atau lokasi terbuka seperti lapangan, dan untuk pelaksanaannya, mengacu pada zonasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro atau per kelurahan. Apabila wilayah kelurahan itu berkategori zona kuning dan hijau, maka kebijakan ini dapat dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Tingkat risiko penularan di berbagai wilayah itu kan berbeda-beda, sehingga aturan yang ditetapkan juga harus disesuaikan, tetapi semua peraturan itu harus tetap mengacu kepada pedoman yang telah dikeluarkan oleh satuan tugas Covid-19, terutama soal zonasi risiko,” ujarnya.

Politisi Partai Gerindra ini juga mengatakan, panduan yang diterbitkan pemerintah daerah, idealnya merumuskan secara detil berbagai protokol kesehatan yang harus dijalankan. Misalnya menjaga jarak antar jamaah, kapasitas jamaah jika digelar di masjid, dan berbagai anjuran lain, terutama memakai masker hal ini untuk mencegah penularan Covid-19, apalagi saat ini sudah masuk virus varian baru.

“Pemerintah daerah harus melibatkan penuh partisipasi masyarakat untuk mengiformasikan hal ini ke masyarakat sehingga bisa mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum ikut salat Idul Fitri berjamaah. Selain itu juga agar implementasi di lapangan berjalan dengan baik,” ucapan Sanidin.

Dirinya mengimbau masyarakat mengikuti anjuran pemerintah dalam mencegah penularan Covid-19, dan menjalankan protokol kesehatan tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga menjaga agar tidak terjadi penularan terhadap orang lain.

“Kami meminta kesadaran masyarakat untuk mematuhi anjuran akan pencegahan Covid-19, kami sangat khawatir kasus penyakit mematikan tersebut akan kembali meningkat lagi,” tutupnya. (SAS)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d blogger menyukai ini: