PDAM Tirta Mentaya Diminta Perluas Jangkauan

PDAM Tirta Mentaya Diminta Perluas Jangkauan

LENSAKALTENG.com – SAMPIT - Anggota Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur, H. Bunyamin mendorong Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mentaya memp

Pembahasan RAPBD 2019 Dilakukan Pertengahan Oktober, Ini Catatan Kimisi I DPRD Kotim
Fungsi Pengawasan Merupakan Tugas Bersama
Dewan Percayakan Kasus PT BSP Ke Kejaksaan

FOTO : Anggota DPRD Kotim, H. Bunyamin.

LENSAKALTENG.com – SAMPIT – Anggota Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur, H. Bunyamin mendorong Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mentaya memperluas layanan untuk memenuhi ketersediaan dan menanggulangi kesulitan air bersih bagi masyarakat di wilayah selatan Kotim.

“Kami minta pihak PDAM Tirta Mentaya untuk memperluas layanan agar memenuhi ketersediaan dan menanggulangi kesulitan air bersih di wilayah selatan Kabupaten Kotim. Karena bagi sejumlah daerah di bagian selatan, pasokan air bersih PDAM melalui jaringan pipa sangat dibutuhkan, terlebih lagi saat musim kemarau,” kata Bunyamin, Kamis (22/7/2021).

Menurut dia, sudah sejak lama, pihaknya meminta agar program air bersih bisa terus  dijalankan. Terutama untuk wilayah selatan yang tidak jauh dari pusat kota. Karena di sana masih banyak desa belum teraliri air bersih, sehingga masyarakat kesulitan. Pasokan air bersih PDAM melalui jaringan pipa sangat dibutuhkan, terlebih lagi saat musim kemarau.

“Kami sangat mendukung program PDAM Tirta Mentaya Sampit agar dapat mempercepat proses pipanisasi. Hal ini harus ada aksi cepat dari pihak PDAM, karena daerah ini sudah bertahun-tahun merasakan kesulitan air bersih. Para warga hanya mengandalkan air hujan dan sumur, dan apabila kemarau, mereka akan kesusahan akibat sumur kering,” ungkap Bunyamin yang merupakan anggota DPRD Kotim dari daerrah pemilihan III yang meliputi wilayah selatan Kotim itu.

Politikus Partai Amanat Nasional ini juga mengatakan, kawasan selatan ini sering dilanda krisis air bersih akibat sumber air seperti sumur dan danau mengering pada musim kemarau. Sedangkan air sungai terasa asin akibat air laut, dan tentu saja tidak bisa dikonsumsi oleh masyarakat sehingga mereka harus mencari air bersih ke Kota Sampit yang jaraknya 40 kilometer.

“Air bersih ini sangat penting bagi masyarakat. Bukan hanya untuk keperluan memasak atau konsumsi lainnya, namun juga untuk kesehatan mereka disana, banyak warga desa yang berharap daerah mereka dijangkau layanan air bersih PDAM. Hal itu karena kesadaran masyarakat desa terhadap kesehatan dan pentingnya air bersih, terus meningkat sehingga sudah seharusnya perkembangan positif ini dijawab pemerintah daerah dengan memenuhi harapan masyarakat,” ucapan Bunyamin.

Dia mengatakan banyak usulan masyarakat wilayah selatan saat dirinya melakukan reses terkait jaringan air bersih dari PDAM yang saat belum terjangkau, dan berharap nantinya jaringan tersebut segera diperluas sehingga bisa menjangkau seluruh kawasan selatan, dan apabila terjadi musim kemarau masyarakat tidak krisis air bersih lagi.

“Setidaknya kalau ada daerah yang belum terjangkau karena kendala geografis maka pasokan dari desa terdekat bisa digunakan, agar tidak lagi terlalu jauh untuk mengambil air bersih hingga puluhan kilometer, yang perlu diingat bahwa PDAM ini adalah perusahaan milik daerah yang tujuan utamanya adalah membantu masyarakat, meski di satu sisi juga berorientasi profit atau keuntungan, tetapi harus harus mengepentingkan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (sas)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d blogger menyukai ini: