Percepat Serapan APBD Jadi Isu Rakor Mendagri

Percepat Serapan APBD Jadi Isu Rakor Mendagri

Tamiang Layang – Bupati Barito Timur, Ampera A.Y Mebas didampingi Kepala Inspektorat, Bapenda dan Asisten II mengikuti rapat koordinasi langkah-langka

Pemkab Bartim Dapat Bantuan Lima Tabung Oksigen
Jelang Kemarau, Warga Bartim Diminta Jangan Bakar Lahan
Nakes Jadi yang Pertama Divaksin Covid-19

Tamiang Layang – Bupati Barito Timur, Ampera A.Y Mebas didampingi Kepala Inspektorat, Bapenda dan Asisten II mengikuti rapat koordinasi langkah-langkah percepatan realisasi APBD provinsi, Kabupaten/Kota tahun Anggaran 2021 secara virtual di ruang rapat rumah jabatan Bupati Barito Timur, Selasa (25/5/2021).

Rakor yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian ini, juga diikuti Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemenkeu RI Ardian dan seluruh gubernur, bupati dan walikota.

Mendagri RI, Tito Karnavian dalam arahannya mengatakan, pertumbuhan ekonomi nasional sangat penting, di samping peningkatan kapasitas kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Dikatakannya, pada Triwulan II ditargetkan pertumbuhan ekonomi nasional bergerak di 7-8 persen, dan diupayakan pertumbuhan ekonomi. Target tersebut bisa dilakukan kalau semua stakeholder Pemerintah Pusat dan daerah baik provinsi maupun kabupaten kota menggenjot pertumbuhan ekonominya.

“Pertumbuhan ekonomi nasional ini hanya bisa di capai dengan kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah. Dan belanja pemerintah adalah tulang punggung utama,” ujarnya.

Oleh karena itu ia berharap, APBD segera dibelanjakan untuk percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kemudian dana transfer pusat ke daerah, jangan disimpan, ekonomi tidak akan bergerak kalau disimpan saja. Perlunya percepatan belanja ini untuk percepatan pertumbuhan ekonomi,” tegas Tito Karnavian.

Lanjutnya, ke depan Kemendagri akan membentuk tim untuk memonitor terus-menerus kepada daerah yang penyerapan anggaran lebih rendah, karena berdasarkan data yang ia terima per 24 Mei 2021 masih ada beberapa daerah realisasi belanjanya dibawah 20 persen.

“Kita akan memberikan pendampingan percepatan belanja APBD, kalau ada daerah yang belanjanya masih kecil, maka dana transfer pusat ke daerah akan ditunda, sampai dana tersebut dibelanjakan. Beberapa hal tersebut mohon diperhatikan,” tutupnya.

Sementara Bupati Barito Timur, Ampera A.Y Mebas mengatakan, dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah khususnya di Kabupaten Barito Timur, sangat dibutuhkan kerjasama semua pihak termasuk masyarakat.

“Menindaklanjuti soal percepatan penyerapan APBD, Pemerintah Kabupaten Barito Timur, akan terus berusaha memacu penyerapan anggaran semaksimal mungkin untuk mendukung tercapainya target peningkatan ekonomi dikuartal ke dua tahun 2021 ini,” pungkasnya. (sas)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d blogger menyukai ini: