Pendanaan MTQ dan KONI Bakal Dibahas dalam RDP

Pendanaan MTQ dan KONI Bakal Dibahas dalam RDP

lensakalteng.com, BUNTOK – Terkait adanya dugaan penyelewengan dana Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia

Masyarakat Barsel Diminta Dukung Kebijakan Pemerintah
Penanganan Penyebaran Virus Corona Harus Cepat
GTPPC-19 Barsel Bahas Opsi Jadikan BLK Tempat Isolasi

FOTO : Ketua Komisi II DPRD Barsel, Ensilawatika Wijaya SE.

lensakalteng.com, BUNTOK – Terkait adanya dugaan penyelewengan dana Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Barito Selatan, DPRD setempat berencana akan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dalam waktu dekat.

Hal ini, dikatakan oleh Ketua Komisi II DPRD Barsel Ensilawatika Wijaya kepada awak media, Senin (30/8/2021).

Dia berjanji akan segera mengkomunikasikan perihal rencana RDP terkait masalah tidak jelasnya dana MTQ Tahun 2020 dan dana KONI Barsel tahun 2019 tersebut dengan Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Barsel.

“Bisa RDP nanti kuusulkan di Banmus,” tulis politisi PDI Perjuangan ini singkat.

Sebelumnya, dalam pemberitaan beberapa media daring, pihak Kejaksaan Negeri Barsel, mengaku bahwa pihaknya telah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap beberapa saksi terkait dua masalah tersebut.

Dalam keterangannya, Kepala Seksi Intelijen Kejari Barsel Teguh Padiah Wahyudi, mengaku bahwa dalam hal kasus dana MTQ, pihaknya telah memeriksa setidaknya 11 saksi dari 13 perusahan yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan persiapan acara yang rencananya diselenggarakan pada 24 Maret 2020 di Stadion Batuah Kota Buntok itu.

Selain itu, penyidik juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 21 orang panitia penyelenggara kegiatan yang menelan biaya sebesar kurang lebih Rp8 milyar tersebut.

“Dari 21 panitia pelaksana sudah diminta keterangan dan masih dalam pemeriksaan terkait MTQ tahun 2020,” beber Teguh.

Sementara itu, dalam hal menyelidiki kejelasan pengelolaan dana KONI Barsel yang nilainya mencapai Rp2 milyar itu, Teguh mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap lima orang saksi yang merupakan pengurus dari organisasi yang menaungi semua cabang olahraga tersebut.

“Sudah kita panggil lima orang saksi untuk klarifikasi terkait hal tersebut, ini dalam penyelidikan saja, masih mencari tahu kebenarannya,” pungkasnya. (sas)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
%d blogger menyukai ini: