Sesalkan Kerumunan Warga saat Vaksinasi Massal

Sesalkan Kerumunan Warga saat Vaksinasi Massal

Vaksin Berkerumun Berisiko Timbulkan Klaster Baru LENSAKALTENG.com - SAMPIT – Anggota Komisi III DPRD Kotim, Riskon Fabiansyah menyayangkan terjadi

Sebanyak 71 Calon Anggota Paskibra Jalani Karantina
Dewan Kotim Minta Evaluasi Perijinan PBS
Sarana Pendidikan Modal Utama SDM Di Kotim, Harus Di Prioritaskan

FOTO : Terlihat masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan vaksinasi masal di sekitar mall Sampit, Rabu (4/8/2021).

Vaksin Berkerumun Berisiko Timbulkan Klaster Baru

LENSAKALTENG.comSAMPIT – Anggota Komisi III DPRD Kotim, Riskon Fabiansyah menyayangkan terjadinya kerumunan massa dalam kegiatan vaksinasi di lingkungan mall, Sampit, Rabu (4/8). Pasalnya, kegiatan tersebut ditakutkan akan menimbulkan klaster baru.

“Sangat disayangkan sekali kejadian ini, masyarakat berdesak-desakan saat antri vaksin yang diadakan di salah satu mall di Sampit. Vaksin yang dicanangkan pemerintah pusat, harapannya menjadi solusi agar masyarakat terhindar dari Covid-19 tapi kalo tata caranya berkerumun, berdesak-desakkan maka malah akan berisiko menjadi terpapar Covid-19,” jelas Riskon, Kamis (5/8/2021).

Dikatakan Politisi Partai Golkar tersebut, hal tersebut harus jadi perhatian pihak penyelenggara vaksin, agar tujuan vaksin bisa tercapai, dan masyarakat yang antri vaksin aman.

“Bukan malah sebaliknya, setelah kegiatan vaksin malah terpapar Covid-19. Kita harapkan ini tidak sampai terjadi lagi ke depannya, karena sangat berisiko,” ujar Riskon.

Ditegaskan Riskon, belajar dari masalah itu, ke depan, sebaiknya Pemkab Kotim melalui Dinkes sebagai leading sektor kegiatan vaksin Covid-19 bisa berkolaborasi dengan Disdukcapil, sampai kepada RT/RW mengenai peserta yang akan divaksin.

“Kemudian masyarakat diberikan undangan vaksin seperti halnya waktu pilkada tahun lalu, sehingga masyarakat yang datang diatur jam datangnya dang tidak menimbulkan kerumunan, karena partisipasi masyarakat waktu pilkada tahun lalu cukup banyak tapi belum ada saya mendengar berita klaster pilkada Covid-19, mudahan ini bisa jadi perhatian semua pihak yang terkait,” demikian pria yang akrab disapa Eko tersebut. (sas)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
%d blogger menyukai ini: