Imbau Warga Patuhi Larangan Parkir di Areal Tugu Soekarno

Imbau Warga Patuhi Larangan Parkir di Areal Tugu Soekarno

  LENSAKALTENG.com - PALANGKA RAYA - Adanya imbauan larangan parkir yang dikeluarkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palangka Raya untuk k

Dewan Meminta PLN Harus Benahi Kabel Aliran Listrik
Ini Pesan Fairid Naparin untuk Mencegah Covid-19
KPU Diminta Segera Sampaikan Hasil Coklit ke Paslon

FOTO : Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Nenie A. Lambung.

 

LENSAKALTENG.com – PALANGKA RAYA – Adanya imbauan larangan parkir yang dikeluarkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palangka Raya untuk kawasan Jalan S Parman (sepanjang Taman Pasuk Kameloh – Tugu Soekarno) kembali mendapat perhatian dari kalangan DPRD Kota Palangka Raya.

Kali ini Ketua Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Nenie A Lambung yang menyatakan mendukung langkah larangan parkir tersebut.

“Sepanjang aturan larangan parkir itu baik, dan demi kepentingan orang banyak, maka tentu kami dukung,” tegas Nenie, Kamis (30/9/2021).

Lebih lanjut Nenie mengatakan, bila melihat aturan larangan parkir yang dikeluarkan per 20 September 2021 oleh Dishub kota, maka kawasan parkir hanya diperbolehkan di kawasan sekitaran Jalan Brigjen Katamso.

“Ini dilakukan pemerintah kota melalui Dishub semata-mata lebih kepada penataan, sehingga wajah kota tidak semerawut,” ujarnya.

Menurut srikandi PDI Perjuangan Kota Palangka Raya ini, bila berkaca dari kota-kota lainnya, maka penataan area parkir yang representatif, menjadi keharusan. Hal itupun adalah wajar berlaku di Kota Palangka Raya. Terlebih ibu kota Provinsi Kalteng ini semakin ramai saja tingkat kepadatan dan aktivitas masyarakatnya.

Terlepas dari itu, masyarakat terutama para pelaku usaha jasa parkir, untuk memahami manakala pemerintah melalui instansi terkaitnya, melakukan penataan keberadaan parkir.

Disisi lain, adanya larangan parkir pada kawasan Tugu Soekarno dan Taman Pasuk Kameloh tersebut cukup beralasan, sehingga menjadi langkah tepat mengingat nilai histori yang terkandung pada kawasan tersebut.

“Sementara sisi positif adanya penataan area parkir, akan memudahkan pemerintah dalam pengelolaan retribusi parkir yang dapat berkontribusi pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD),” tandasnya. (vd/sas)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
%d blogger menyukai ini: