Peningkatan Instalasi Pengolahan Air Segera Berfungsi Di Saka Batur

FOTO: Bangunan Uprating di RT 01 Desa Saka Batur saat uji coba oleh warga. LENSAKALTENG.com - KUALA KAPUAS – Peningkatan instalasi pengolahan a

Terkait Suap, Bupati Kapuas Diperiksa
DPW PKB: PAW Jika Positif Tersangka
Sosialisasi Pilgub Kalteng 2020, Legislator Ini Sarankan KPU Kapuas Gandeng Media Massa

FOTO: Bangunan Uprating di RT 01 Desa Saka Batur saat uji coba oleh warga.

LENSAKALTENG.com – KUALA KAPUAS – Peningkatan instalasi pengolahan air akan segera berfungsi di Desa Saka Batur Kecamatan Kapuas Hilir Kabupaten Kapuas.  Ini salah satu pembangunan peningkatan instalasi pengolahan air “Uprating” dalam mendukung program Pamsimas yang telah dibangun sebelumnya.

Untuk memenuhi tingkat kebutuhan air bersih di tengah lonjakan pertumbuhan penduduk serta perluasan kawasan pemukiman, khususnya di pedesaan yang belum mendapat fasilitas PDAM. Sehingga Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui sejumlah program secara berkesinambungan melakukan pembangunan penambahan instalasi pengolahan air bersih.

Seperti tahun 2021 ini, melalui bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kabupaten Kapuas tengah melakukan sejumlah pembangunan peningkatan instalasi pengolahan air “Uprating”. Lokasinya di RT 01 Desa Saka Batur berupa pembuatan sumur bor dengan kedalaman 146 meter, tower tong air dan jaringan pipa lengkap dengan meteran yang saat ini telah hampir rampung.

Pembangunan peningkatan kapasitas instalasi air “Uprating” di Desa Saka Batur ini menelan biaya sebesar Rp300 juta bersumber Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2021. Dengan berfungsinya nanti diharapkan warga yang bermukim di bantaran Handel Saka Humbang akan mendapat pasokan air.

“Karena sebelumnya tidak menikmati Pamsimas. Jarak tower air Pamsimas dengan handel Saka Humbang yang relatif jauh,”ujar Kepala Dinas PUPRPKP Kapuas Teras, ST,MT melalui PPTK Umi Lono saat meninjau dan uji coba buka keran di rumah Ketua RT 01 pada Selasa pagi (07/09/2021).

“Pembuatan sumur bornya sendiri semula diperkirakan cukup dengan kedalaman 104 meter, namun ketika dilakukan pengeboran baru di dapat sumber air pada kedalaman 146 meter dan itupun setelah dua kali pengeboran. Di harapkan partisipasi seluruh warga untuk turut serta memelihara dan menjaganya agar fungsi serta manfaatnya bisa optimal,”sambung Umi Lono.

Terpisah, Ketua RT 01, Masruni mengaku senang saat melihat kucuran air dari keran saat diuji coba. Sementara itu, meski ditempatkan meteran di setiap Rumah namun pungutan tarif tidak di dasarkan pada kubikasi pemakaian, tetapi hanya berupa iuran dikisaran Rp 10.000 per bulan untuk biaya pemeliharaan dan listrik.

“Keberadaan tower air di handel Saka Humbang ini secara otomatis warga yang bermukim di sekitarnya tidak lagi mengandalkan air sungai khususnya untuk air minum dan keperluan memasak,”kata Masruni.(NAS/ONO)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d blogger menyukai ini: