Penipu Modus Bisnis Tikar Berhasil Dibekuk Polresta Palangka Raya 

Penipu Modus Bisnis Tikar Berhasil Dibekuk Polresta Palangka Raya 

LENSAKALTENG.com - Palangka Raya – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Palangka Raya gelar pers rilis kasus tindak pidana penipuan di Mapo

Ekonom Sebut Hoaks Covid 19 Kacaukan Dunia Ekonomi
GTPPC-19 Barsel Bahas Opsi Jadikan BLK Tempat Isolasi
Walaupun Pandemi, Peringatan HUT RI Tetap Khidmat

FOTO : Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Palangka Raya gelar pers rilis kasus tindak pidana penipuan di Mapolresta setempat, Senin (27/9/2021) pukul 11.30 WIB.

LENSAKALTENG.com – Palangka Raya – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Palangka Raya gelar pers rilis kasus tindak pidana penipuan di Mapolresta setempat, Senin (27/9/2021) pukul 11.30 WIB.

Kasat Reskrim, Kompol Ritman T. A Gultom memaparkan hasil penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh personelnya dalam mengungkap kasus tindak pidana penipuan di Pasar Kahayan Jalan Tjilik Riwut Km 1,5, Kota Palangka Raya pada tanggal 19 September 2021 lalu.

“Tersangka berinisial S (46) berhasil diringkus oleh Resmob gabungan Polresta Palangka Raya bersama Polda Kalteng dan Polda Kalsel di Kota Martapura pada hari Sabtu kemarin pukul 14.00 WIB,” ungkapnya.

Tersangka diduga melakukan tindak pidana penipuan kepada korbannya dengan modus mengaku Kota Batam dan menawarkan kerja sama pengadaan tikar rotan sebanyak 1,000 hingga 2.000 lembar. Kepada korban, pelaku menjanjikan bagi hasil sebesar 20 persen.

Dengan janji keuntungan yang besar, tersangka pun menjalankan aksinya dengan menukarkan ATM miliknya yang sudah tidak aktif lagi dengan ATM milik korban, setelah sebelumnya tersangka telah melakukan tipu daya kepada korban. Setelah melakukan hal tersebut, tersangka pun bergegas pergi dengan membawa amplop berisikan ATM milik korban yang terjadi pada Hari Minggu (19/9/2021) sekitar pukul 10.00 WIB di Pasar Kahayan.

“Dari hasil penangkapan tersangka, petugas pun berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa 4 buah kartu ATM dari beberapa bank, tas warna hitam, amplop putih dan uang tunai sebesar Rp. 10 juta,” sebut Ritman.

Akibat perbuatannya tersebut, tersangka pun terancam melanggar pasal penipuan dan atau penggelapan dan turut serta melakukan, sebagaimana yang di maksud dengan rumusan dari Pasal 378 Jo 372 jo 55 ayat (1) KUH- Pidana.

“Saat ini tersangka beserta beberapa barang bukti diamankan di Mapolresta Palangka Raya guna dilakukan proses pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut,” pungkas Ritman seusai press release. (Don/sas)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d blogger menyukai ini: