Program Tol Sungai Diharapkan Dongkrak Ekonomi Kotim

Program Tol Sungai Diharapkan Dongkrak Ekonomi Kotim

LENSAKALTENG.com - SAMPIT – Pengerukan jalur Sungai Mentaya atau disebut dengan program tol sungai itu dinilai menjadi langkah baru untuk membawa

Pemerintah Daerah, DPRD Serta Masyarakat Harus Berkerjasama Meningkatkan Pendapatan Dan Kemajuan Daerah
Lahan Berizin Mesti Dimanfaatkan dengan Baik
Masyarakat Diminta Awasi Penggunaan Dana BOS

FOTO : Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Muhammad Kurniawan Anwar.

LENSAKALTENG.comSAMPIT – Pengerukan jalur Sungai Mentaya atau disebut dengan program tol sungai itu dinilai menjadi langkah baru untuk membawa perubahan signifikan terhadap kemajuan ekonomi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Pengerukan alur baru itu merupakan langkah inovatif dan terobosan luar biasa dari pemerintah daerah.

“Kami apresiasi rencana pengerukan alur Sungai Mentaya atau program tol sungai itu. Hal ini tidak lepas agar meningkatkan jumlah kapal masuk dan keluar dengan tujuan Sampit semakin banyak dan terus bertambah, sehingga membuat kemajuan perekonomian daerah ini terus meningkat,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kotim, Muhammad Kurniawan Anwar, Minggu (5/9/2021).

Menurut dia, potensi sektor kepelabuhanan di Kotim dinilai sangat besar. Tetapi selama ini, potensi sektor kepelabuhanan belum bisa digarap maksimal. Karena kendala utamanya adalah pendangkalan Sungai Mentaya yang membuat alurnya hanya bisa dilewati oleh kapal-kapal besar saat sungai dalam kondisi pasang.

“Dengan lancarnya kapal yang sandar di Dermaga Sampit, terutama yang membawa logistik, tentu akan menimbulkan efek positif. Seperti turunnya biaya pengiriman dan harga-harga barang yang dikirim dari Pulau Jawa menjadi lebih ekonomis. Sehingga harga yang dijual untuk masyarakat juga lebih murah,” ungkap Kurniawan.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga mengingatkan, agar pengerukan Sungai Mentaya atau untuk program tol sungai itu benar-benar memiliki kajian agar tidak cost over run. Yang terpenting sudah memiliki studi kelayakan yang dibuktikan dengan adanya sertifi kat kelayakan oleh otoritas yang menanganinya.

“Biaya yang dikeluarkan tidak sedikit untuk pengerukan sungai Mentaya itu. Kami hanya mengingatkan, program itu benar-benar memiliki kajian agar tidak cost over run, dan memiliki studi kelayakan yang memiliki sertifikat kelayakan dari otoritas yang menanganinya,” ujar Kurniawan.

Dia juga mengatakan, studi kelayakan sangat penting. Karena proses pengerjaan otomatis bisa saja berdampak terhadap pengguna sungai, dan juga masyarakat yang menggunakan air Sungai Mentaya untuk kebutuhan sehari-hari mereka.

“Ada pun kerja sama antara pemerintah daerah yang memberikan konsesi kepada pihak investor, tentunya pihak pemerintah daerah juga harus jeli. Dengan adanya aktivitas ini, sudah seharusnya mengambil peran demi meningkatkan pendapatan asli daerah Kabupaten Kotim serta pelayanan kepada masyarakat,” tutupnya. (sas)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d blogger menyukai ini: