Sungai Meluap, Warga Tumbang Talaken Diterjang Banjir

Sungai Meluap, Warga Tumbang Talaken Diterjang Banjir

LENSAKALTENG.com - KUALA KURUN - Banjir kali ini cukup meresahkan masyarakat. Seperti yang dialami warga Desa Tumbang Talaken, Kecamatan Manuhing,

Terkait Karhutla, Ini Penegasan Kapolres Gumas
Selama Covid-19, Layani Pendaftaran Siswa Baru Melalui Daring
Ini Tujuan Kapolres Gumas Patroli Bersepeda Keliling Pasar
FOTO : Nampak kondisi rumah warga yang terendam air di Desa Talaken Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas, Minggu (7/11/2021).

FOTO : Nampak kondisi rumah warga yang terendam air di Desa Talaken Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas, Minggu (7/11/2021).

LENSAKALTENG.com – KUALA KURUN – Banjir kali ini cukup meresahkan masyarakat. Seperti yang dialami warga Desa Tumbang Talaken, Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas.

Ayatro salah satu warga Talaken menuturkan bahwa bencana banjir tersebut baru pertama kali dengan debit yang cukup tinggi.

“Ini yang paling tinggi debit airnya, bayangkan sampai menggunakan kelotok (perahu, Red) di tengah jalan,” ujar Ayatro, Minggu (7/11/2021).

Ayatro juga meminta kepada pemerintah daerah untuk turun ke lapangan melihat kondisi warga yang terdampak banjir.

“Saya berharap pemerintah segera cepat ke desa kami, ini kondisi kami sangat membutuhkan uluran tangan dari pemerintah supaya ada solusi untuk meringankan beban warga yang terdampak banjir,” pintanya.

Sementara itu Lurah Talaken, Gusti Ray Novhanda membenarkan bahwa banjir sedang terjadi di wilayahnya dan untuk bantuan dari pemerintah daerah sedang dalam perjalanan menuju lokasi terjadinya banjir.

“Benar mas, masih terjadi sekarang, untuk posko sore ini kita pasangkan, serta dapur umum Di GPU Kecamatan dan pasar Talaken akan disiapkan oleh Dinsos, BPBD sembari dalam perjalanan menuju sini sesuai dengan arahan Ibu Wakil Bupati,” ucap Gusti.

Gusti juga mengimbau kepada warga supaya tetap waspada apabila debit air semakin meningkat.

“Saya minta kepada warga hati hati dan terus menjaga sanak keluarga, mengingat kondisi air pasang ini cukup tinggi, apalagi yang memiliki anak kecil untuk sementara ditahan dulu bermain air sampai kondisi debit air sudah membaik dan kembali seperi semula,” pungkas Gusti.

(Don / Trisandi/sas)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d blogger menyukai ini: