Tinjau Sekolah Ambruk, Ini Rekomendasi Wakil Rakyat

Tinjau Sekolah Ambruk, Ini Rekomendasi Wakil Rakyat

LENSAKALTENG.com – PALANGKA RAYA – Komisi C DPRD Kota Palangka Raya merespon cepat terkait insiden ambruk atau amblasnya beberapa ruang kelas dan to

Sekolah yang Terapkan PTM Musti Disiplin Prokes
Harga Ayam Potong dan Cabai Melonjak Tinggi
Pemko Palangka Raya Bakal Dorong Sektor Pertanian dan Peternakan

FOTO : Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Beta Syailendra didampingi anggota komisi C Anna Agustina Elsye, Shopie Ariany Sitorus, Junita BR. Ginting Mukarramah serta lainnya saat meninjau bangunan sekolah yang ambruk, Senin (10/1/2022).

LENSAKALTENG.com – PALANGKA RAYA – Komisi C DPRD Kota Palangka Raya merespon cepat terkait insiden ambruk atau amblasnya beberapa ruang kelas dan toilet SDN -14 Palangka di Jalan Mendawai.

Respon cepat itu ditunjukan para wakil rakyat yang membidangi pendidikan itu dengan melakukan kunjungan dan pemantauan langsung ke lokasi sekolah.

Peninjauan tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Beta Syailendra didampingi anggota komisi C Anna Agustina Elsye, Shopie Ariany Sitorus, Junita BR. Ginting Mukarramah serta lainnya, Senin (10/1/2022).

Di lokasi sekolah itu, mereka berkomunikasi bersama kepala sekolah setempat, Kapolsek Pahandut dan pihak dari Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya.

“Kami mendorong pemerintah segera memperbaiki bangunan, proses pembelajaran tatap muka (PTM) segera dilaksanakan di wilayah Kota Palangka Raya,” kata Beta disela peninjauan.

Beta menyampaikan, dalam kunjungan itu, selain pihaknya melihat secara langsung kondisi sekolah, juga memastikan tidak ada proses belajar mengajar, dan tidak ada korban jiwa akibat ambruknya sejumlah bangunan sekolah itu dimana sampai saat ini belum diketahui apa penyebabnya.

“Kami ingin, jangan sampai berdampak atau mengganggu proses belajar mengajar bagi peserta didik,” tukasnya.

Tidak bisa dipungkiri sambung legislator Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Palangka Raya ini, area sekolah tersebut selama ini kerap menjadi langganan banjir, ketika air Sungai Kahayan meluap ke pemukiman.

“Konkretnya, bagaimana bangunan, bagaimana konstruksinya, semua itu instansi teknis yang mengaturnya. Kami hanya ingin bangunan itu segera dibangun dan proses belajar mengajar bisa berjalan,” tandas Beta. (dn/aga)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d blogger menyukai ini: