Tuntut DPRD Kotim Penuhi Permintaan RDP

Tuntut DPRD Kotim Penuhi Permintaan RDP

  LENSAKALTENG.com - SAMPIT – Masa aksi demo damai yang dilakukan oleh masyarakat Desa Ramban, Kecamatan Mentaya Hilir Utara memanas setelah

Akui Banyak Data Penerima Bansos Tidak Valid
Program CSR Di Kotim Dinilai Mantul Ini Penyebabnya
Respon Positif Pergantian Nama Gerbang Sahati

FOTO : Ketua DPRD Kotim, Rini Anderson saat menghadapi massa.

 

LENSAKALTENG.com – SAMPIT – Masa aksi demo damai yang dilakukan oleh masyarakat Desa Ramban, Kecamatan Mentaya Hilir Utara memanas setelah beberapa orang perwakilan ditemui oleh pimpinan DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Ketegangan hingga membuat suasana panas itu terjadi kala koordinator aksi Karliansyah meminta agar pimpinan DPRD bisa sesegera mungkin menentukan kapan jadwal Rapat Dengar Pendapat atau RDP bersama masyarakat Ramban termasuk mendatangkan pihak PT. Menteng Jaya Sawit Perdana (MJSP) Group Kuala Lumpur Kepong (KLK).

“Kapan RDP akan dilaksanakan, kami mau cepat, karena ini bersangkutan dengan penderitaan yang dialami oleh masyarakat Desa Ramban yang tertindas, jangan sampai dibiarkan berlarut-larut. Kami tidak akan pulang kalau RDP tidak secepatnya dijadwalkan,” kata koordinator aksi demo damai Karliasyah dengan suara lantang, Kamis 21 Januari 2022.

Sebelum suara lantang itu keluar dari mulut koordinator aksi, ia lebih dulu mendengar jawaban dari Ketua DPRD Kotim Rinie yang mengatakan belum bisa menentukan kapan RDP harus dilakukan. Karena nanti akan dirundingkan lebih dulu dan mengirim undangan ke perusahaan terkait dan menjelaskan tuntutan dari masyarakat.

“Kami dari pihak DPRD tidak bisa langsung menentukan, karena kami harus mengundang orang-orang yang berkaitan dengan pokok permasalahan yang akan dibahas,” sebut Rinie.

Koordinator aksi kembali menegaskan jika waktu kapan RDP tidak ditentukan secara cepat ia mengancam akan kembali dengan masa aksi yang lebih besar.

“Kami meminta dengan tegas, segera tentukan kapan RDP itu akan dilaksanakan, Jikalau ini tidak segera diselesaikan maka saya akan membawa massa lebih besar dan saya akan bawa seluruh anggota LSM Batang Hagatang se Kalimantan Tengah yang tersebar di beberapa kabupaten,” ancamannya.

Wakil Ketua DPRD Kotim, Rudianur yang ada ditempat juga sempat beradu mulut dengan koordinator aksi, ia menegaskan bahwa DPRD juga memiliki aturan yang harus dilakukan seusai dengan aturan dan mekanisme yang berlaku.

Kendati dalam aksi adu mulut ini tidak menimbulkan konflik, walau koordinator lapangan Karliansyah menunjuk-nunjuk Rudianur. Tetapi Rudianur tetap dengan gaya santai hanya dia tanpa melakukan hal yang sama.

“Kami disini juga punya aturan bang, jangan abang bicara aturan tetapi tidak mau tahu dengan aturan yang mengikat kami di DPRD,” singkat Rudianur. (MM/sas)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 1
%d blogger menyukai ini: