Vaksin Dosis Empat Bikin Resah

Vaksin Dosis Empat Bikin Resah LENSAKALTENG. com - Palangka Raya - Vaksin booster digadang gadang menjadi vaksin pamungkas untuk membendung ser

Eksepsi Kadisperindagkop Kapuas Ditolak
Perputaran Uang di Kalteng Meningkat 15,79 Persen
Apresiasi Diresmikannya Gedung Assement dan Promoter Polda Kalteng

Vaksin Dosis Empat Bikin Resah

Vaksinasi Covid-19

LENSAKALTENG. com – Palangka Raya – Vaksin booster digadang gadang menjadi vaksin pamungkas untuk membendung serangan Covid -19 yang terus bermutasi. Gerakan dan kampanye vaksin inipun terus digelorakan, dengan haapan mampu meyakinkan masyarakat bahwa vaksin booster merupakan vaksin terakhir

Sosiolog Universitas Palangka Raya , Ferry Setiawan, Jumat (25/02/2022) mengungkap, saat ini terjadi kejenuhan dan keengganan di kalangan masyarakat. Masyarakat sudah merasa mendapatkan dua kali vaksin dan merasa kawatir nantinya ada vaksin lanjutan seperti vaksin ketiga , keempat bahkan kelima.

Dengan demikian, pemerintah harus bisa meyakinkan masyarakat bahwa vaksin saat ini salah satu langkah jitu menekan penyebaran pandemi Covid -19.

“Selain juga meyakinkan bahwa vaksin booster saat ini masih efekif untuk membendung mutasi covid 19 yang terus saja berevolusi”, terangnya.

Sementara itu, pandangan lain berasal dari ahli epidemiolog Kalimantan Tengah Rini Fortina, yang menyebut mutasi virus akan berubah dalam bentuk karakter, tabiat dan juga sifatnya. Bisa saja yang dikawatrikan bahwa vaksin akan bisa menyelinap di balik vaksin yang sudah ditanam , tentu menjadi fakta bahwa vaksinpun juga terus akan dikembangkan.

“Tidak mustahil bahwa vaksin akan terus berubah dan berkembang sesuai dengan mutasi virus itu sendiri untuk mencapai kekebalan yang diharapkan”, terangnya.

Mutasi Covid-19 terus menuai perdebatan di kalangan ahli, pakar dan akademisi sendiri. Ada pihak yang mengatakan bahwa virus makin menguat atau bahkan ada yang mengatakan bahwa virus semakin melemah. Menyikapi ini semua, tentu pemerintah harus bisa memberikan kepastian , keyakinan dan rasa tentram di masyarakat.(AW/ST)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d blogger menyukai ini: