Vaksinasi Merata, Tingkat Kematian Omicron Rendah

LENSAKALTENG. com - Palangka Raya - Kementrian Kesehatan Republik Indonesia atau Kemenkes RI baru saja merilis perbandingan, bahwa tingkat kematia

Antisipasi Gejolak Harga, Pemda Siapkan Daging Ayam Beku
Gubernur Yakin Pilkada Serentak 2018 di Kalteng Berjalan Aman dan Damai.
Mantan Dekan FKIP UPR Tersangka Korupsi

Vaksinasi Covid-19

LENSAKALTENG. com – Palangka Raya – Kementrian Kesehatan Republik Indonesia atau Kemenkes RI baru saja merilis perbandingan, bahwa tingkat kematian gelombang ketiga omicron hanya seperempat dari serangan delta tahun lalu.

Sementara tingkat keterisian rumah sakit juga tak sampai melebihi angka 35 persen, sehingga pasien masih bisa tertangani.

Namun demikian pandangan lain justru muncul dari kalangan epidemiolog yang menyebut rendahnya angka kematian di gelombang ketiga omicron bukan karena Covid-19 mutasi baru ini lebih lemah atau mematikan. Namun ini karena efektifnya intervensi atau upaya dan strategi membendung virus itu sendiri.

Seperti disampaikan Ahli Epidemiolog Kalimantan Tengah, Rini Fortina mengungkap,rendahnya tingkat kematian di gelombang ketiga omicron ini terletak sepenuhnya pada berhasilnya pencapaian vaksinasi. Saat ini hampir di semua wilayah di Indonesia angka vaksinasi sudah menembus 75 persen.

Karena itu, kalangan epidemiolog menyimpulkan, omicron merupakan mutasi covid 19 terbaru yang masih bisa dikendalikan dengan cara imunisasi atau penguatan sistem imun dengan rekayasa vaksinasi.

Epidemiolog meyakini bahwa vaksin yang ada sampai saat ini masih bisa menghadang serangan omicron hingga menurunkan tingkat keparahan lebih jauh.

“Namun demikian, vaksin yang sejauh ini ampuh ini , masih saja berkejaran dengan mutasi mutasi virus Covid-19 yang sama sama terus mencoba mencari titik lemah sistem imun manusia,”terangnya, Senin (21/2/2022).

Terpisah Ketua Tim Harian Satgas Covid-19 Palangka Raya , Emi Abriyani menyebut, walau tingkat kematian dan keparahan omicron berdasarkan data cenderung terkendali, namun tetap saja protokol kesehatan dan strategi lainnya harus berjalan. Selain berdisiplin menerapkan 3 M, upaya Tracing, Tracking dan Treatmen juga terus dilakukan.

“Tim Satgas Covid-19 bahkan mencoba melakukan pembatasan kegiatan masyarakat hingga melibatkan petugas ditaraf kecamatan dan kelurahan,”bebernya.

Dikatakan, walaupun hembusan kabar baik menghujani masyarakat bahwa tingkat kematian serangan omicron jauh lebih rendah dari delta, namun tetap saja , masyarakat tak boleh lengah dengan data dan fakta yang ada. Apapun kondisinya, pandemi Covid-19 masih berlangsung dan belum menjadi epidemic yang diimpikan semua orang. (AW/ST)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d blogger menyukai ini: