Walhi Kalteng Ingatkan Eksekutif Dan Legislatif Awasi CSR PBS di Kapuas

FOTO: Direktur Eksekutif Walhi Kalteng, Bayu Herinata LENSAKALTENG.COM – KUALA KAPUAS - Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab s

Sugianto Sabran: APBD Harus Bermanfaat Untuk Rakyat
Partai Nasdem Gelar TOT Untuk Mempersiapkan Saksi Berkualitas
Berharap Warganya Disiplin Jalankan Prokes

FOTO: Direktur Eksekutif Walhi Kalteng, Bayu Herinata

LENSAKALTENG.COM – KUALA KAPUAS – Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan penting dalam pembangunan daerah. Sehingga eksekutif dan legislatif khususnya di Kabupaten Kapuas wajib mengawasi CSR Perusahaan Besar Swasta (PBS) di Kapuas yang berjuluk Bumi Tingang Menteng Panunjung Tarung.

Menurut Direktur Eksekutif Walhi Kalteng, Bayu Herinata CSR itu wajib dilaksanakan PBS. Karena hal itu sudah diatur oleh pemerintah. Sehingga eksekutif dan legislatif penting mengawasi itu agar bisa berjalan sesuai aturan.

“CSR sepengetahuan saya bersifat wajib dan juga sudah diatur dalam UU Nomor 25 Tahun 2017 Tentang Penanaman Modal,”kata Bayu Herinata, baru-baru ini.

Daalam UU tersebut, konsekuensi PBS yang tidak melaksanakan CSR izinnya bisa dievaluasi dan diberikan sanksi administrasiif. Jika tidak menjalankan program CSR-nya.

“Terkait program CSR ini harus sesuai dengan kebutuhan dan prioritas dari masyarakat sekitar areal izin yang terdampak,”katanya.

Ia menegaskan, berdasarkan pantauan Walhi Kalteng masih banyak perusahaan yang tidak menjalankan program CSR. Ada yang menjalankan, tetapi masih tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi lingkungan yang terdampak akibat aktivitas perusahaan.

“Peran DPRD Kapuas menjadi penting sebagai pihak pengawasan di lapangan, untuk mendesak perusahaan melaksanakan kewajiban CSR-nya. Pemkab Kapuas sebagai pemberi izin juga harus memastikan implementasi di tingkat lapangan berjalan,”jelasnya.

Tidak hanya itu, masyarakat yang di sekitar operasional perusahaan juga harus berperan aktif. Jika PBS yang khususnya bergerak bidang pertambangan dan perkebunan kelapa sawit tidak menjalankan sesuai perintah UU tersebut.

“Dan peran masyarakat sekitar juga sangat penting untuk menyampaikan kebutuhan dan prioritas yang mereka perlukan,”ujarnya.

Sekedar diketahui, CSR adalah model bisnis yang membantu perusahaan dalam memenuhi tanggung jawabnya kepada pemangku kepentingan, juga kepada masyarakat yang khususnya di sekitar operasional perusahaan.

CSR itu muncul, karena perusahaan menyadari dampak dari operasional bisnis mereka terhadap masyarakat, baik dampak ekonomi, dampak sosial dan dampak lingkungan.

CSR adalah aspek penting dalam keberalangsungan perusahaan. Karena perusahaan yang menguntungkan dalam jangka panjang adalah perusahaan yang beroperasi dengan prinsip berkelanjutan.(ONO)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d blogger menyukai ini: