Aksi Gantung Diri Bikin Warga Buntok Geger

Aksi Gantung Diri Bikin Warga Buntok Geger

LENSAKALTENG.com - BUNTOK - Diduga karena hubungan yang kurang harmonis dengan isterinya, seorang PNS di Kabupaten Barito Selatan berinisial KA (40)

Perpanjangan PSBB di Kapuas Diapresiasi Gubernur Kalteng
Berikut Evaluasi Dewan Terhadap GTPPC-19 Barsel
Pembobol Alfamart dan Kantor Notaris Berhasil Dibekuk Polisi

Foto : Diduga hubungan kurang harmonis dengan sang isteri, seorang ASN di Perpustakaan Daerah Barsel, KA (40) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

LENSAKALTENG.com – BUNTOK – Diduga karena hubungan yang kurang harmonis dengan isterinya, seorang PNS di Kabupaten Barito Selatan berinisial KA (40) tewas gantung diri di rumahnya di RT. 16, Gang Suka Maju, Kelurahan Buntok Kota, Kecamatan Dusun Selatan, Rabu (9/3/2022) malam.

Diterangkan oleh Ketua RT.16, Kelurahan Buntok Kota, Dwi Pujianto bahwa jenazah korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 17.30 WIB oleh isterinya sendiri.

“Penemuan mayatnya sekitar pukul 17.30 WIB, pas kebetulan solat Maghrib lah,” terangnya.

Diungkapkan oleh Kapolres Barsel, AKBP Yusfandi Usman, SIK melalui Kasatreskrim IPTU M. Saladin, setelah mendapatkan laporan dari masyarakat sekitar pukul 18.00 WIB, tim Polres Barsel dan Polsek Dusel kemudian bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Di TKP, polisi menemukan bahwa korban sudah meninggal dunia dalam keadaan tergantung di dapur rumahnya menggunakan seutas tali tambang berwarna biru.

“Untuk sementara, dugaan bahwa korban meninggal akibat bunuh diri dengan cara menggantung diri,” ucap Saladin.

Sementara motif korban sendiri, sampai saat ini masih didalami dan dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh penyidik.

“Sementara informasi dari saksi-saksi yang kami periksa di TKP, bahwa korban sebelumnya mengalami cekcok atau hubungan yang kurang harmonis dengan isterinya,” ungkapnya.

Mayat korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Jaraga Sasameh (RSJS) Buntok untuk dilakukan visum.

“Menurut keterangan dari tenaga medis, perkiraan bahwa korban sudah meninggal enam sampai delapan jam sebelum ditemukan,” bebernya.

“Yang menemukan pertama kali isterinya sendiri, kira-kira habis Maghrib. Isterinya datang bersama adik dan anaknya, dengan tujuan mengantar makanan dan membawa yang bersangkutan untuk berobat. Namun ketika masuk, korban sudah ditemukan gantung diri di dapur rumahnya,” cerita Saladin mengakhiri. (Sas/anggra)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d blogger menyukai ini: