Berharap Guru dan Nakes di Pelosok Lebih Diperhatikan Pemerintah

Berharap Guru dan Nakes di Pelosok Lebih Diperhatikan Pemerintah

LENSAKALTENG.com - BUNTOK - Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Barito Selatan, H. Raden Sudarto menekankan kepada pemerintah daerah setempat, agar memper

KUA-PPAS RAPBD Barsel Tahun 2022 Ditetapkan
Farid : Percepat Pelaksanaan Vaksinasi
Guru Dituntut Kembalikan Semangat Belajar Anak

FOTO : Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Barito Selatan, H. Raden Sudarto.

LENSAKALTENG.com – BUNTOK – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Barito Selatan, H. Raden Sudarto menekankan kepada pemerintah daerah setempat, agar memperhatikan persoalan kesejahteraan tenaga kesehatan dan pendidik honorer dan kontrak yang ditempatkan di desa.

Dibeberkan oleh politisi PDI Perjuangan ini, sebelumnya pada saat pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) bersama Pemkab beberapa waktu lalu, Dewan juga sudah menyampaikan perlunya penempatan tenaga medis dan guru honorer sesuai dengan kebutuhan masyarakat di setiap desa.

Mengingat, saat ini masih ada beberapa desa di wilayah Bumi Dahani Dahanai Tuntung Tulus itu yang masih belum memiliki nakes dan guru yang menetap di tempat tersebut.

“Kita menekankan pengadaan tenaga kesehatan di desa-desa, selain itu tenaga pengajar juga perlu untuk diperhatikan,” ucap pria biasa disapa H. Alex ini kepada awak media, Selasa (8/3/2022).

“Sebab masih ada beberapa desa yang kita kunjungi saat reses, mengaku belum punya tenaga kesehatan dan guru yang menetap di desa setempat. Seperti di Teluk Mampun itu contohnya, masih belum punya tenaga kesehatan yang menetap tinggal di sana, ini kan menyulitkan warga. Apalagi desa itu belum punya akses darat menuju ke desa dan kota lainnya,” ucap dia menambahkan.

Selanjutnya, dia juga mengatakan hendaknya pemerintah daerah melalui instansi terkait melakukan peningkatan terhadap dana intensif bagi para guru dan tenaga kesehatan yang masih berstatus honorer ataupun kontrak. Sebab menurutnya, dana intensif guru dan nakes honorer saat ini masih sangat kecil.

“Karena bagaimanapun tanpa mereka, tanpa tenaga pengajar kita tidak bisa seperti sekarang ini. Jadi kita harapkan intensif mereka dilakukan perbaikan atau peningkatan,” tukasnya.

Selain kedua masalah tersebut, H. Alex juga meminta pemkab untuk memprioritaskan program bedah rumah untuk masyarakat. Karena pada Tahun 2021 kemarin tidak ada program tersebut, sehingga di Tahun 2022 ini diharapkan dapat terealisasikan.

“Kemarin kita sudah informasikan ke pihak Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan. Semoga ini bisa direalisasikan karena program ini sangat diharapkan oleh masyarakat,” pungkasnya. (Sas/anggra)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d blogger menyukai ini: