PTM di Palangka Raya Masih Belum Sibuka

LENSAKALTENG .com - Palangka Raya - Pandemi Covid -19 di Kota Palangka Raya berangsur-angsur melandai. Namun demikian, untuk urusan pendidikan, tampa

Tuntut Kesejahteraan, Driver Grabcar Mengadu Ke DPRD
Seluruh Elemen Masyarakat Tetap Menjaga Kamtibmas Seusai Pilkada
Kejati Kalteng Giat Program JMS Di SMA-2 Palangka Raya

LENSAKALTENG .com – Palangka Raya – Pandemi Covid -19 di Kota Palangka Raya berangsur-angsur melandai.

Namun demikian, untuk urusan pendidikan, tampaknya pemangku kepentingan masih belum berani melonggarkan kebijakan dan memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) kembali. Konsekuensinya, kualitas dan esensi pendidikan tak dinikmati penuh oleh peserta didik.

Kepala Seksi (kasi ) Peserta Didik Sekolah Dasar (Disdik) Palangka Raya, Eka Wahyuningsih mengungkap, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Walikota, Tim Satgas Covid -19, BPBD hingga Dinas Kesehatan untuk mengkaji dan memantau perkembangan lebih lanjut.

Untuk saat ini memang yang diijinkan melakukan PTM terbatas adalah untuk anak kelas 6 dan 9 yang memang fokus melakukan ujian akhir sekolah. Ditengah kondisi pandemi ini pihak sekolah dibebaskan untuk menentukan sejauh mana kurikulum yang efektif bagi anak didik.

“ Saat ini memang diberlakukan konsep merdeka belajar yang pelajaran dan pemberian materi dibebaskan kepada pihak sekolah”, jelasnya, Rabu (16/3/2022).

Sementara menyikapi kualitas dan esensi pendidikan saat ini, seroang pengamat kebijakan public , Jovano Palenewen mengungkap, masyarakat harus memiliki paradigm bahwa saat ini kondisi masih berada dalam new nermal. Sehingga perlu ada perubahan dan adaptasi di sana sini untuk tetap bertahan dan beraktivitas termasuk juga pendidikan.

“Orang tua harus memahami bahwa kondisi pandemi memang bukan kondisi normal yang mau tak mau harus melakukan inovasi lain melalui pembelajaran daring,”jelasnya.

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) memang membutuhkan kesabaran dan kebijakan yang tepat untuk menentukan hasil maksimal. Dengan demikian ini perlu dukungan dan juga analisis cermat dari pemerintah untuk menentukan keputusan terbaik. (AW/ST)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d blogger menyukai ini: