TPAKD Gunung Mas Dikukuhkan

Kuala Kurun - Puluhan pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas) dikukuhkan, sebagai tim percepatan akses keuangan daerah

Lantaran Pandemi, PAD Tempat Wisata di Gumas Ini Anjlok
Alihkan Fungsi Hutan Tinjau Ulang IPK PBS
Dari 114 Desa, Baru 17 Desa yang Tinggal Tunggu Pencairan ADD dan DD

DIKUKUHKAN : Wakil Bupati Gunung Mas, Efrensia LP Umbing saat mengkukuhkan pejabat TPKAD di Kantor Bupati Gumas, Rabu (23/3).

Kuala Kurun – Puluhan pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas) dikukuhkan, sebagai tim percepatan akses keuangan daerah (TPAKD).

Tugas dan fungsi TPAKD itu sendiri adalah mendorong ketersediaan akses keuangan yang produktif dan seluas-luasnya bagi masyarakat.

Adapun pengukuhan pejabat TPAKD itu sendiri dilakukan Wakil Bupati (Wabup) Gumas, Efrensia LP Umbing, di Kantor Bupati Gumas, Rabu (23/3/2022).

“Dengan sudah dilantiknya 29 anggota TPAKD yang terdiri dari pejabat daerah dan perbankan, diharap dapat meningkatkan iklim usaha yang kondusif serta pengembangan ekonomi kerakyatan,” kata Efrensia, saat membacakan sambutan Bupati Gumas, Jaya S Monong.

Ungkap wabup, pihaknya menyambut baik dan mengapresiasi pihak Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Kalteng atas terbentuknya TPAKD tersebut.

Menurut dia, peran dari TPAKD yakni dapat mewujudkan iklim usaha yang kondusif bagi pengembangan usaha ekonomi kerakyatan, mendorong peran kelompok-kelompok usaha dalam peningkatan tingkat inkulasi keuangan. Terutama melalui produk dari lembaga keuangan yang diakses masyarakat luas sebagai penguatan insfrastruktur daerah.

“Diharapkan percepatan akses keuangan di Gumas dapat terwujud dalam medukung program pemulihan ekonomi nasional (PEN),”harap Efrensia.

Dalam kesempatan itu orang nomor dua di Kabupaten berjuluk Habangkalan Penyang Karuhei Tatau ini menyampaikan, pertumbuhan rill PDBR atau pertumbuhan ekonomi di Gumas, dimana berdasarkan BPS Kabupaten Gumas tercatat, untuk data pertumbuhan ekonomi tahun 2016 sebesar 7,00 persen 2017 sebesar 6,63 persen, 2018 sebesar 6,87 persen, 2019 sebesar 7,21 persen dan 2020 sebesar 3,36 persen.

“Pada tahun 2020 adanya penurunan sebesar 3,85 persen, dari tahun sebelumnya, di 2019 menjadi 3,36 persen. Hal ini dikarenakan pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia tanpa terkecuali Gumas,”paparnya.

(Tri/sog)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d blogger menyukai ini: