Ajak Pisor Kaharingan ke Titik Nol, Harapkan Pembangunan IKN Berjalan Lancar

LENSAKALTENG. com - Penajam - Keberadaan Ibu Kota Negara Republik Indonesia yang sudah diberi nama Ibu Kota Nusantara (IKN) di Provinsi Kalimantan

Polda Kalteng Gelar HUT ke-27
Kapolda Ajak Umat Muslim Junjung Tinggi Toleransi dan Jaga Keberagaman
Selama 2017, Polda Kalteng Pecat 6 Anggota Dan Temukan 186 Pelanggaran Disiplin

TITIK NOL IKN : Pisor (Rohaniawan) Kaharingan saat melakukan ritual singkat di lokasi Titik Nol Ibu Kota Nusantara (IKN) di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Foto Ist

LENSAKALTENG. com – Penajam – Keberadaan Ibu Kota Negara Republik Indonesia yang sudah diberi nama Ibu Kota Nusantara (IKN) di Provinsi Kalimantan Timur, saat ini terus ramai dikunjungi. Mulai dari unsur pemerintah, organisasi hingga masyarakat dari seluruh Indonesia.

Seperti halnya jajaran pengurus Forum Bela Negara (FBN) Palangka Raya, dimana organisasi kemasyarakatan binaan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbanpol) Kota Palangka Raya ini, datang menyambangi ke lokasi Titik Nol IKN di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Menuju kelokasi titik nol kilometer IKN itu, jajaran pengurus FBN Palangka Raya membawa Pisor (Rohaniawan) Kaharingan, dengan tujuan melakukan ritual singkat seraya berdoa kepada Yang Maha Kuasa, agar pembangunan IKN pada saatnya dapat berjalan aman dan lancar.

“Setelah melakukan kaji banding ke Kesbangpol Samarinda, kami berkesempatan menyambangi lokasi IKN dengan membawa Pisor Kaharingan guna memanjatkan ritual dan doa,”ungkap Ketua FBN Kota Palangka Raya, Mambang I Tubil, di titik nol IKN, Kamis (31/3/2022).

Menurut Mambang, tidaklah berlebih apabila pembangunan IKN diperlukan doa dan restu serta dukungan dari seluruh elemen masyarakat. “Semuanya berharap perlindungan dan pertolongan dari Tuhan Yang Maha Esa, guna memberikan kemudahan dan kelancaran dalam pembangunan IKN kelak,” tambahnya.

Sementara itu Pisor Kaharingan, Awon mengatakan, ritual singkat tersebut berisikan doa dan pengharapan agar pembangunan IKN yang dimulai dari titik nol kilometer, senantiasa berjalan aman dan berkesinambungan.

“Ritual ini bertujuan untuk mendinginkan semua jengkal air dan tanah di lokasi IKN yang dimulai dari titik nol kilometer, dengan harapan diberikan kelancaran dan perlindungan dari Yang Maha Kuasa,” ucapnya.

Adapun prosesi ritual singkat itu sendiri ditandai dengan dan menuangkan air diarea simbol atau tugu titik nol kilometer, yang dipimpin langsung oleh Pisor Kaharingan, Awon.VD

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d blogger menyukai ini: