Pemkab Bartim Gelontorkan Rp15 Milyar untuk Sektor Keagamaan 

LensaKalteng.com – Tamiang Layang – Salah satu fokus utama Pemerintah Kabupaten Barito Timur dibawah kepemimpinan Bupati Barito Timur, Ampera A.Y

Kelola DD untuk Tingkan SDM Desa
Ampah Berpotensi Transmisi Lokal Covid-19
SURYA : Komitmen Perangi Narkoba Dengan Melakukan Pembinaan Terhadap Kaula Muda

Foto : Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Barito Timur, Ahmad Gazali. 

LensaKalteng.com – Tamiang Layang – Salah satu fokus utama Pemerintah Kabupaten Barito Timur dibawah kepemimpinan Bupati Barito Timur, Ampera A.Y Mebas adalah disektor keagamaan.

Di tahun 2022 ini, Pemkab Barito Timur akan mengelontorkan dana sebanyak Rp. 15 Miliar dana hibah buat operasional pembangunan rumah ibadah, serta lembaga atau organisasi kemasyarakatan tahun ini.

Demikian diungkapkan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (kesra) Setda Kabupaten Barito Timur, Ahmad Gazali, mengatakan, anggaran tersebut berkurang dari tahun sebelumnya. Ujarnya, pengurangan tersebut juga karena terbatasnya anggaran dan masih seriusnya pemerintah daerah memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Untuk penyaluran hibah baik operasional, pembangunan rumah ibadah serta dukungan layanan (organisasi/lembaga, Red) kita juga masih menunggu SK penetapan dari kepala daerah,” ucap Ahmad Gazali, Selasa (19/4/2022).

Dalam proses pencairan terlebih dahulu juga didahului verifikasi. Lanjut dia, NPHD (Nota Perjanjian Hibah Daerah).

“Paling cepat di bulan Mei 2022 sudah berproses,” kata Ahmad Gazali.

Dirinya menghimbau, kepada penerima bantuan atau hibah pada tahun sebelumnya melakukan pencairan juga, agar segera menyampaikan pertanggungjawaban. Sebab, sampai saat ini tercatat kurang dari sepuluh panitia baik untuk operasional, pembangunan rumah ibadah dan organisasi lembaga lain belum melaporkan.

“Kurang dari sepuluh secara umum belum melaporkan, sehingga kami mengharapkan pada bulan ini sudah bisa menyampaikan,” jelas Ahmad Gazali. Sembari mengingatkan, kepentingan administrasi tersebut sebagai bukti otentik lantaran saat ini tengah dilakukan audit dari BPK RI.

Informasi tambahan, hibah untuk operasional, pembangunan rumah ibadah, dan dukungan layanan itu berkurang.

“Pada tahun 2021, dimana pemerintah daerah mengalokasikan kurang lebih Rp. 22 Miliyar,” tandasnya. (ags/Yss)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d blogger menyukai ini: