Ditreskrimsus Polda Kalteng Berhasil Amankan 4 Ton BBM Bersubsidi

FOTO: Pelaku berhasil diamankan jajaran Ditreskrimsus Polda Kalteng pada Rabu (11/05/2022). LENSAKALTENG.com – PALANGKA RAYA– Kepolisian Daerah Kal

Polres Palangka Raya Belum Temukan Penumpukan Elpiji 3 Kg Pada Agen
Penumpang Pesawat Bisa Manfaatkan Layanan Vaksin Bandara
Fasilitas Walikota Terpilih Mulai Diprogramkan

FOTO: Pelaku berhasil diamankan jajaran Ditreskrimsus Polda Kalteng pada Rabu (11/05/2022).

LENSAKALTENG.com – PALANGKA RAYA– Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) berhasil mencegah tindak pidana Energi dan Sumber Daya Mineral. Sedikitnya 4 ton bio solar bersubsidi berhasil diamankan jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalteng di Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah, Rabu (11/05/2022).

Kapolda Kalteng Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si. , melalui Kabidhumas Kombes Pol Eko Saputro, S.H., M.H. menyampaikan, berdasarkan data yang diterima, bahwa Ditreskrimsus Polda Kalteng berhasil mengagalkan kegiatan penyalahgunaan niaga.

FOTO: Barang bukti berhasil diamankan jajaran Ditreskrimsus Polda Kalteng pada Rabu (11/05/2022).

“Berhasil mengamankan bahan bakar minyak (BBM) jenis Bio Solar yang disubsidikan Pemerintah,” ujar Kombes Pol Eko Saputro, S.H., M.H pada Jumat (13/5/2022) siang.

Eko Saputro juga mengatakan, barang bukti 4 ton bio solar itu diamankan dari Jalan Lintas Kalimantan, RT. 014, Kelurahan Anjir, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalteng. Jajaran Ditreskrimsus juga telah berhasil membekuk pelaku berinisial G (49).

“Penangkapan terhadap tersangka dilakukan pada Rabu tanggal 11 Mei 2022, pukul 18.00 WIB,” kata Eko.

Lebih lanjut Eko menyebutkan dari pengungkapan kasus di TKP tersebut, barang bukti yang berhasil diamanakan berupa 75 jerigen ukuran 35 liter, 8 drum ukuran 200 liter dengan total BBM jenis Bio Solar sebanyak 4 ton, serta 1 unit mesin pompa minyak merk M2000.

Kemudian tambahnya, keberhasilan dalam mengungkap kasus tindak pidana minyak dan gas bumi tersebut, tidak terlepas dari kerja sama dengan seluruh lapisan masyarakat. Sehingga jajaran Polda Kalteng menyelesaikan kasus itu agar tidak meresahkan masyarakat dan merugikan pemerintah.

Pada kasus ini, lanjutnya, pelaku akan dijerat dengan pasal 55 Undang-Undang nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi dan Undang-Undang nomor 11 tahun 2022 pasal tentang energi dan sumber daya mineral. Ancaman hukuman yang diterapkan kepolisian kepada pelaku, yakni pidana paling lama 6 (enam) tahun kurungan dan denda maksimal Rp 60 Miliar.

Saat ini G sudah ditahan di rumah tahanan Polda Kalteng. Dalam pengakuanya, G membeli BBM ‘Pelangsir’ dari beberapa SPBU di Pulang Pisau dan kemudian menjualnya kepada masyarakat dengan selisih harga lebih mahal. (ONO)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d blogger menyukai ini: