Deteksi Dini Daerah Rawan Karhutla

LENSAKALTENG. com - Kuala Kurun – Kalangan DPRD Kabupaten Gunung Mas, kembali mengingatkan pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat melalui SOPD (Sa

Genjot Pembahasan Raperda Inisiatif Pemkab Gumas
Warga Ingin Jembatan Sei Kahat Segera Dibenahi
Polres Gumas Sementara Tidak Layani Pembuatan SKCK

Anggota DPRD Kabupaten Gumas, Nomi Aprilia

LENSAKALTENG. com – Kuala Kurun – Kalangan DPRD Kabupaten Gunung Mas, kembali mengingatkan pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat melalui SOPD (Satuan Organisasi Perangkat Daerah) terkaitnya, untuk mendeteksi rawan karhutla di wilayah ini.

Hal tersebut menurutnya, bukanlah tanpa sebab, mengingat ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), kerap terjadi hampir tiap tahun di wilayah Kabupaten Gunung Mas (Gumas).

Anggota DPRD Gumas, Nomi Aprilia mengatakan, saat ini ada beberapa daerah di Gumas yang rawan terjadi karhutla. Sehingga, harus dijaga ketat agar meminimalisir terjadinya kebakaran hutan serta lahan.

“Bagi instansi terkait yang menangani masalah Karhutla supaya melakukan pemetaan titik rawan yang menjadi langganan Karhutla. Seperti beberapa tempat yang pernah terjadi ditahun lalu, misalnya Kecamatan Manuhing, Kurun dan lainya. Jadi perlu ldilakukan deteksi secara dini,” katanya, Jumat (10/6/2022).

Lebih lanjut legislator dari daerah pemilihan kecamatan Kurun, Mihing Raya dan Kecamatan Sepang ini mengharapkan, dalam penanganan Karhutla, lebih ditekankan yakni tindakan pencegahan. Agar kedepan, dapat meminimalisir kebakaran, maka perlu dioptimalkan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat.

“Mulai dari sekarang harus sudah mempersiapkan diri. Kalau bisa tim jangan ada di kota saja,bmelainkan bisa dibentuk hingga ke desa. Terutama daerah rawan kebakaran, dan pastinya bisa bekerja sama dengan perusahaan sekitar,”tukasnya.

Srikandi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menambahkan, dengan dilakukannya upaya deteksi daerah rawan bencana. Maka diharapkan dapat meminimalisir titik karhutla yang bisa saja menimpa Kabupaten Gumas ini.

“OPD yang ada bukan hanya melakukan bantuan, sosialisasi ataupun memadamkan api saja, tetapi harus adanya gerak lain. Misalnya memberikan edukasi supaya masyarakat tidak melakukan kegiatan membakar dengan sembarangan di musim kemarau,”pungkasnya. (RED)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d blogger menyukai ini: