Ada Empat Mainstreaming dalam PUG dan PPRG

LENSAKALTENG. com - Kuala Kurun - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga berenca

Penjemputan Pasien Covid-19 Dikawal Aparat Kepolisian
Polsek Sepang Minta Warganya Tidak Pungli
Polsek Kahut Gencar Sosialisasikan Prokes

MEMBUKA : Sekda Gumas, Yansiterson didampingi Kepala DP2KBP3A, Maria Efianti serta jajaran terkait lainnya, saat kegiatan PUG di GPU Damang Batu, Kamis (28/7/2022).Foto Red

LENSAKALTENG. com – Kuala Kurun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) setempat, menggelar advokasi kebijakan, dan pendampingan Pengarusutamaan Gender (PUG) serta Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG), untuk tingkat kecamatan.

Sekda Gumas, Yansiterson yang hadir dalam kegiatan itu menyampaikan, dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024, telah ditetapkan empat pengarusutamaan atau mainstreaming sebagai bentuk pembangunan inovatif dan adaptif, sehingga dapat menjadi katalis pembangunan untuk menuju masyarakat sejahtera dan berkeadilan.

“Dalam kegiatan ini setidaknya ada empat mainstreaming, yakni tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB), gender, modal sosial budaya dan transformasi digital,” sebut sekda, Kamis (28/7/2022).

Dari keempatnya kata dia akan mewarnai dan menjadi bagianyang tidak terpisahkan dalam pembangunan sector dan wilayah. Artinya, dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan memastikan pelaksanaannya secara inklusif.

“Kesetaraan gender, pemberdayaan dan perlindungan perempuan menjadi faktor penting untuk memastikan keterlibatan perempuan secara bermakna di dalam pembangunan nasional. Kita masih menghadapi tingginya kesenjangan gender dalam berbagai bidang,” paparnya.

Sementara itu Kepala DP2KBP3A Gumas, Maria Efianti menjelaskan, tujuan kegiatan itu adalah memberi pemahaman yang jelas mengenai konsep gender PUG, dan PPRG di tingkat kecamatan. Sehingga ada pemahaman dasar terhadap alat analisis gender termasuk GAP serta GBS. Selanjutnya bisa melaksanakan proses serta menguasai perencanaan dan penganggaran yang berperspektif gender.

“Peserta kegiatan ini diikuti sebanyak 24 orang. Terdiri dari camat dan kepala sub bagian perencanaan, keuangan dan aset kecamatan se-kabupaten. Sedangkan lama kegiatan, selama satu hari,”pungkasnya.(RED)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d blogger menyukai ini: