Aneh, Perusahaan Industri Berbahan Plastik Tak Pernah Lapor Camat dan Kades

FOTO: Beberapa tandon air yang sudah selesai diproduksi oleh CV Golden Tedlindo Nusantara di Jalan lintas Kapuas-Mondomai Sungai Kayu Kecamatan Ka

Komisi III DPRD Barsel Desak Tim Anggaran Jalankan Rekomendasi
Preoritaskan Semua Desa Di Kotim Teraliri Listrik
Tim Gugus Tugas Covit-19 Kota Dorong RT/RW Pro Antif Semprot Disinfektan Secara Mandiri

FOTO: Beberapa tandon air yang sudah selesai diproduksi oleh CV Golden Tedlindo Nusantara di Jalan lintas Kapuas-Mondomai Sungai Kayu Kecamatan Kapuas Barat, baru-baru ini.

LENSAKALTENG.com – KUALA KAPUAS – Konon ada sebuah perusahaan Idustri yang beroperasi di wilayah Kecamatan Kapuas Barat Desa Sei Kayu sudah berdiri dan berproduksi. Sayangnya perusahaan ini diakui Camat Kapuas Barat dan PJ Kades Sei Kayu belum pernah melapor keberadaannya.

Diketahui nama perusahaan industri plastik itu adalah CV Golden Tedlindo Nusantara, berlokasi di Jalan lintas Kapuas-Mondomai Sungai Kayu Kecamatan Kapuas Barat. Perusahaan ini secara mandiri memproduksi tandon air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Kapuas dengan ukuran diantaranya 350 liter,600 liter dan 1.200 liter.

Perusahaan ini masuk dalam kategori kelompok industri barang berbahan plastik diperuntukan untuk bangunan. Artinya pengolahan yang memerlukan bahan baku dan kemudian mengolah bahan itu menjadi barang yang bisa diperjualbelikan. Lalu limbahnya seperti apa?

Menurut Camat Kapuas Barat, Edy Sucipto bahwa perusahaan industri tandon air itu tidak pernah sama sekali melapor, koordinasi dan berkomunikasi dengan pihak kecamatan. Bahkan ketika ditanya nama perusahaan, Camat Kapuas Barat itu pun menggeleng, menyatakan tidak tahu nama perusahaan tersebut.

“Seharusnya mereka melapor, nama perusahaannya saja kami tidak tahu,”ujar Camat Kapuas Barat Edy Sucipto kepada media ini.

Hal itu pun sangat disayangkan Camat, dia mengaku hal itu sudah keterlaluan. Karena keberadaan perusahaan itu ada di wilayahnya. Sewaktu-waktu dirinya pasti ditanya oleh pimpinan dan beberapa pihak, tetapi tidak mengetahuinya.

Senada dengan ini, Pj Kepala Desa (Kades) Sei Kayu Dedy S juga mengakui tidak tahu nama perusahaan. Laporan ke kantor desa pun tidak pernah. Hal ini juga mengundang tanya warga setempat, karena perusahaan itu merupakan perusahaan industri.

“Setahu saya belum ada laporan ke kami,” ujar Dedy S. (ONO)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d blogger menyukai ini: