Tiket Kapal Laut Naik, Penumpang di Sampit Masih Normal

  LENSAKALTENG. com - Sampit - Meski pemerintah telah menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Per 3 September 2022 yang berimbas pada

Warga Bersama Anggota TMMD Kodim 1015 Sampit Latihan Rebana
Inventarisasi Daerah Rawan Bencana Banjir
Ini Rekom Dewan, Terkait RDP BBM Di DPRD Kotim

 

KAPAL LAUT : Tarif tiket kapal laut di Sampit, Kotim naik. Namun penumpang di Sampit masih normal. Foto Tom

LENSAKALTENG. com – Sampit – Meski pemerintah telah menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Per 3 September 2022 yang berimbas pada kenaikkan tarif tiket kapal laut, namun antusiasme masyarakat dalam menggunakan transportasi laut masih terhitung normal.

Manajer PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Sampit Hendrik Sugiharto, menuturkan dampak dari kenaikan harga itu tak bisa dihindari. Pasalnya, komponen BBM cukup berkontribusi besar terhadap biaya operasional.

“Sejak tanggal 12 September 2022 lalu manajemen PT DLU pusat telah memberlakukan tarif baru dengan kenaikan antara 12,5 persen hingga 20 persen dari masing-masing kategori tarif tiket sebelum disesuaikan dengan kenaikan harga BBM,”kata Hendrik, Selasa (27/09/2022).

Perubahan harga tiket kapal dari PT DLU Cabang Sampit antara lain, untuk rute Sampit-Semarang dari yang awalnya Rp 245 ribu menjadi Rp 295 ribu per penumpang, lalu untuk rute Sampit-Surabaya dari Rp 245 ribu menjadi Rp 280 ribu per penumpang.

“Penyesuaian tarif ini tidak bisa dihindari, karena BBM merupakan komponen penting dalam operasional, kalau harga BBM naik, otomatis biaya operasional juga naik”, ucapnya.

“Namun demikian, jumlah penumpang PT Dharma Lautan Utama (DLU) sejauh ini masih normal, yaitu sekitar 40 hingga 50 persen dari kapasitas kapal yang mampu mengangkut 700 penumpang,”imbuhnya.

Menurutnya, yang menjadi kendala saat ini adalah bagi calon penumpang yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis II maka wajib menunjukkan hasil negatif COVID-19 tes PCR.

“Karena durasi waktu untuk melakukan tes PCR di RSUD dr Murjani Sampit terbatas, ada yang sampai tertunda berangkat karena tidak sempat tes PCR, terutama bagi calon penumpang yang jauh dari Kota Sampit, seperti yang bekerja di perkebunan kelapa sawit. Solusinya adalah berangkat dengan kapal tanggal berikutnya, setelah menunjukkan hasil PCR”, ungkapnya.

Selain itu, sebagian calon penumpang masih merasa keberatan. Pasalnya untuk mendapatkan hasil tes PCR, mereka harus mengeluarkan biaya tambahan, selain harga tiket.

“Kami sudah memberikan masukan kepada instansi serta pihak yang terkait, agar calon penumpang yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis II selain tes PCR juga bisa melakukan tes antigen yang tersedia 24 jam dengan harga yang lebih murah,”pungkas Hendrik. (Red/Tom)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d blogger menyukai ini: