Ada Lima Pilar dalam RAD-PG

LENSAKALTENG. com - Kuala Kurun – Pembangunan ketahanan pangan dan Gizi di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) merupakan bagian yang tidak terpisahkan da

Upaya Pencegahan Wabah Korona Diapresiasi Wakil Rakyat
Pejabat Polres Gumas Dengarkan Arahan Kapolri
Dinkes Kampanyekan Imunisasi MEASLES DAN RUBELA

MEMBUKA: Sekda Gumas Yansiterson bersama Staf Bappedalitbang, Yeremia Dodi, membuka kegiatan di Aula Beppeda setempat, Kamis (13/10/2022).Foto Red/Don

LENSAKALTENG. com – Kuala Kurun – Pembangunan ketahanan pangan dan Gizi di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan Provinsi Kalteng dan pembangunan nasional.

Karena itulah, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Gumas menggelar kegiatan rencana aksi daerah pangan dan gizi (RAD-PG).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gumas Yansiterson mengatakan, saat ini Pemda Gumas terus berupaya memacu pembangunan pangan dan gizi.

“Terutama melalui program yang benar-benar mampu memperkokoh ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Yansiterson, Kamis (13/10/2022).

RAD-PG itu sendiri lanjut sekda, telah disusun melalui pendekatan lima pilar pembangunan pangan dan gizi. Pilar pertama meliputi, perbaikan gizi masyarakat, terutama pada ibu pra-hamil, ibu hamil dan anak melalui peningkatan ketersediaan dan jangkauan pelayanan kesehatan berkelanjutan, terfokuskan pada intervensi gizi efektif pada ibu pra-hamil, ibu hamil, bayi dan anak balita dua tahun.

Pilar ke dua berikutnya yakni terkait peningkatan aksesibilitas pangan yang beragam. Terutama melalui peningkatan ketersediaan dan akses pangan yang beragam melalui peningkatan ketersediaan dan akses pangan yang di fokuskan pada keluarga rentan pangan dan miskin.

Kemudian pilar ke tiga, peningkatan untuk pengawasan keamanan mutu dan keamanan pangan melalui peningkatan pengawasan keamanan pangan yang di fokuskan pada makanan jajanan yang memenuhi syarat dan Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) tersertifikasi.

Setelah itu pilar ke empat, warga berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) melalui peningkatan pemberdayaan masyarakat dan peran pimpinan formal serta non formal. Terutama dalam perubahan perilaku atau budaya.

Sedangkan pilar ke lima berkenaan dengan konsumsi pangan yang di fokuskan pada penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumberdaya lokal, lalu perilaku hidup bersih dan sehat, serta merevitalisasi posyandu.

“Dalam pilar kelima ini perlu ada penguatan kelembagaan pangan dan gizi di tingkat provinsi dan kabupaten atau kota, hingga sampai ke tingkat desa,”pungkasnya. (Red/Don)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d blogger menyukai ini: