Integrasikan Gender dalam Pembangunan

LENSAKALTENG.com - Kuala Kurun - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas) bersama Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberd

Bintek Penyusunan Produk Hukum Desa
Anggota Polsek Rungan Dituntut Disiplin Patuhi Prokes
Polisi Aktif Monitoring Harga Sembako

MEMBUKA : Asisten I Setda Gumas Lurand bersama Kepala DP2KBP3A, Maria Efianti sedang membuka kegiatan di aula Beppedalitbang setempat, Jumat (14/10/2022). Foto Red/Don

LENSAKALTENG.com – Kuala Kurun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas) bersama Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) setempat, melaksanakan kegiatan evaluasi monitoring pengarusutamaan gender (PUG) dan perencanaan dan penganggaran responsif gender (PPRG).

“Pengarusutamaan gender merupakan strategi yang dibangun untuk mengintegrasikan gender menjadi satu dimensi integral dari perencanaan, penyusunan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi atas kebijakan dan program pembangunan,”kata Asisten I Setda Gumas Lurand, saat membuka kegiatan tersebut, di Aula Beppedalitbang setempat, Jumat (14/10/2022).

Dikatakan, dengan dilaksanakan rapat evaluasi dan monitoring pelaksanaan PUG-PPRG, maka integrasi PUG ke dalam siklus perencanaan dan penganggaran baik di tingkat pusat maupun daerah diharapkan dapat mendorong pengalokasian sumber daya pembangunan menjadi lebih efektif,” katanya.

Selain itu sambung dia, dengan evaluasi dan monitoring pelaksanaan PUG-PPRG, maka dapat dipertanggungjawabkan dan adil dalam memberikan manfaat pembangunan bagi seluruh penduduk. Baik laki-laki maupun perempuan. Terlebih pengarusutamaan gender telah menjadi salah satu dari tiga lintas bidang dalam strategi nasional yang dimuat dalam RPJMN 2020 – 2024.

Setelah itu ucapnya, RPJMN ini juga perencanaan dan penganggaran menggunakan data terpilah dalam analisis, memuat indikator gender, dan menyusun sasaran pembangunan yang responsif gender. Disamping itu, instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 tentang pengarusutamaan fender dalam lembangunan nasional.

“Instruksi Presiden ini mengamanatkan kepada seluruh kementerian dan lembaga untuk mengintegrasikan gender pada setiap tahapan proses pembangunan. Mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan monitoring evaluasi pada seluruh bidang pembangunan,”terangnya.

Sementara itu Kepala DP2KBP3A Gumas, Maria Efiantie menjelaskan, kegiatan itu bertujuan untuk mendapatkan umpan balik bagi program atau kegiatan yang sedang berjalan dan atau yang sudah dilaksanakan, sehingga kegiatan pemantauan dan evaluasi dapat menghasilkan tujuan yang diinginkan.

“Peserta kegiatan evaluasi dan monitoring ini diikuti sekitar 40 orang, dari unsur Kepala Sub Bagian Perencanaan, Keuangan dan Aset Perangkat Daerah Se – Kabupaten Gumas,”pungkas dia. (Red/Don)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d blogger menyukai ini: