Legislator Soroti Anjloknya Harga Kelapa di Wilayah Selatan Kotim

LENSAKALTENG.com - Sampit - Anjloknya harga kelapa membuat para petani yang berada di wilayah selatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalima

Musim Kemarau, Antisipasi Kekeringan Sawah
Blanko E- KTP Jadi Kendala Masyarakat Kotim Memiliki Identitas
BPD Dan Kades Harus Bersinergi Bangun Desa

Anggota Komisi III DPRD Kotim asal Dapil III H Ramli

LENSAKALTENG.com – Sampit – Anjloknya harga kelapa membuat para petani yang berada di wilayah selatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mengeluh.

Anggota Komisi III DPRD Kotim asal Dapil III H Ramli menyebutkan, keluhan para petani ini bukan tanpa alasan, disaat harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik, hal ini diikuti pula dengan kenaikan harga bahan pokok yang tidak berimbang dengan harga jual kelapa.

“Sebelumnya harga di pembeli Rp 1000 perbiji kotor, sekarang turun hingga Rp 900, itu masih dipotong upah panjat Rp 400 jadi sisa bersih Rp 500 untuk petani, demikian pula harga kopra yang semula Rp 600 perkilogram kini turun menjadi Rp 480,”jelas H Ramli, Selasa (18/10/2022) di Sampit.

Menurutnya, hal itu erjadi karena stok kelapa di Surabaya melimpah, sehingga petani hanya memenuhi pesanan untuk pengiriman lokal ke wilayah Surabaya sajam

“Itulah yang menjadi keluhan masyarakat saat ini. Meskipun untuk wilayah selatan, komoditi kelapa masih menjadi andalan, namun mata pencaharian alternatif warga adalah nelayan,”ucap Ramli.

Hanya saja lanjut dia, untuk aktivitas nelayan atau pergi melaut saat ini sedang dalam musim paceklik, karena selain faktor cuaca juga imbas dari mahalnya harga BBM jenis solar yang sudah mencapai Rp 15.000 perliter di wilayah selatan.

“Jadi kalau nekat melaut tidak sebanding dengan penghasilan tangkapannya,” tambahnya.

Menurut Ramli, kondisi ini terjadi sudah dua bulan berjalan, yaitu sejak bulan September 2022.

Karenanya ia berharap pemerintah dapat segera mencarikan solusinya agar harga jual kelapa dapat meningkat kembali dan kebutuhan BBM untuk para nelayan dapat terpenuhi. (Red/Tbk)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d blogger menyukai ini: