Sedimentasi dan Sampah Ganggu Fungsi Drainase di Palangka Raya

  LENSAKALTENG. com - Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin memastikan, pihaknya bertindak cepat melakukan pendataan kawa

Percepat Akselerasi Herd Immunity, RS TNI AD Palangka Raya Gelar Vaksinasi
UCI MTB 2022 Sukses, Beri Multi Efek
Waspada Serangan Penyakit di Musim Pancaroba

 

PANTAU : Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin saat memantau genangan air dan fungsi sejumlah drainase disejumlah titik kawasan di Kota Palangka Raya. Foto Ist

LENSAKALTENG. com – Palangka Raya – Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin memastikan, pihaknya bertindak cepat melakukan pendataan kawasan di kota setempat, yang masih tergenang air saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Tidak hanya itu, pihaknya juga melakukan evaluasi guna menemukan solusi mengatasi genangan air tersebut.

Seperti pada Senin (3/10/2022) sore yang lalu ungkap dia, dalam pantauan pihaknya di wilayah Kelurahan Palangka yakni Jalan Yos Sudarso, Lawu, Semeru dan Jalan Krakatau, ternyata faktor memicu genangan air di kawasan itu adalah adanya sedimentasi lumpur yang diakibatkan sampah-sampah, sehingga menyebabkan pendangkalan drainase.

“Kemampuan drainase untuk menampung air sudah terganggu karena tersumbat sampah, dan sebagian mengalami pendangkalan. Jadi saat curah hujan tinggi, air tak bisa tertampung di drainase.
Air meluap hingga keluar drainase,” bebernya, Selasa (4/10/2022).

Tak bisa dipungkiri lanjut Fairid, pertumbuhan penduduk dan kecepatan pembangunan yang sangat pesat di Kota Palangka Raya, turut menjadi salah satu faktor eksternal adanya kendala dalam pembenahan drainase.

“Apalagi di komplek perumahan yang lama, drainasenya banyak yang sudah tak sesuai standar,” tukasnya.

Adapun untuk penanganan jangka pendek lanjut Fairid, maka pihaknya akan melakukan langkah pembersihan saluran drainase serta mengkondisikan arah aliran air agar mudah mengalir. Sedangkan untuk jangka panjang, tentu harus dilakukan pelebaran drainase.

“Kendala pasti ada, karena itu akan memakan waktu dan anggaran yang tak sedikit. Tantangan lainnya yakni, mengkondisikan agar drainase yang telah tertutup bangunan milik masyarakat bisa dibenahi,”ujarnya.

Selebihnya Fairid berharap, agar pemilik bangunan yang menutupi drainase bisa bekerjasama apabila ada pekerjaan, baik swakelola pembersihan drainase ataupun pekerjaan fisik. “Kepada masyarakat, jangan membuang sampah ke drainase, karena yang akan terkena dampak masyarakat itu sendiri,” tandasnya.(RED/VD)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d blogger menyukai ini: